MATERI PENYUSUN BUMI - Sahabat Travel

Breaking

Sahabat Travel

This Web is under maintenance.

Follow us

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Tuesday, May 8, 2012

MATERI PENYUSUN BUMI


IDENTIFIKASI BATUAN

Secara fisik dapat di lihat dan bedakan

· Tekstur ukuran butir, bentuk butir, hubungan antar butir

· Komposisi mineral

· Sifat khusus batuan – tempat terbentuknya

· Struktur

BATUAN BEKU

Adalah batuan yang terjadi dari pembekuan magma.

Magma adalah larutan silikat alam yang bersifat cair,panas dan pijar yang penuh dengan gas-gas volatil (gas-gas yang sangat mudah menguap). Magma akan muncul kepermukaan tanah melalui daerah-daerah patahan (sesar), rekahan-rekahan, lubang gunungapi. Magma tersebut didalam perjalanannya kepermukaan dapat membeku diperbagai tempat. Magma yang membeku diperut bumi, sekarang dapat terletak dipermukaan bumi karena gaya-gaya endogen (tektonik) atau gaya yang berasal dari dalam bumi sendiri. Walaupun demikian batuan tersebut dinamakan batuan beku dalam.

Yang membeku diluar (dipermukaan) disebut batuan beku luar. Dan magma yang membeku diantara perut bumi dengan permukaan disebut batuan beku gang (korok).

Penyebaran batuan beku dipermukaan

§ batuan beku dalam bumi tidak begitu luas, tetapi secara

§ batuan beku gang keseluruhan didalam kerak bumi justru/korok batuan bekulah yang terbanyak.

§ batuan beku luar

1. IDENTIFIKASI BATUAN BEKU

Secara umum dapat di bedakan :

· Tekstur Granular

Tersusun oleh mineral-mineral berukuran besar dan dapat dilihat dengan mata biasa (diamater 0,5 mm-beberapa cm). Umumnya berbentuk kristal Euhedral, Subhedral sering disebut Holokristalin (terdiri dari kristal semua)

pembekuan magma yang lambat (Plutonik)

· Tekstur Menengah

Tersusun oleh mineral-mineral yang terlihat tapi sulit diidentifikasikan dengan mata biasa. Umumnya bentuk kristal Euhedral – Anhedral

Hipokristalin (kristal >> gelas)

Hipohialin (kristal >> gelas)

Porfiritik kristal-kristal yang besar diantara kristal yang halus

pembekuan magma menengah (terobosan gang)

· Tekstur Halus (Afinitis)

Kristal-kristal mineral hanya dapat di lihat di mikroskop

Porfiroafanitis kristal besar diantara kristal afanitik

pembekuan magma cepat

· Tekstur Gelas

Nampaknya seperti kaca, tak mengandung kristal, hanya dapat dilihat dengan mikroskop

Kolohialin (gelas >>)

2. BATUAN BEKU YANG UMUM DIJUMPAI

GRANIT

Banyak dijumpai di pulau Sumatra. Batu ini bersifat asam terbentuk di dalam perut bumi sehingga mineral-mineralnya cukup besar(kasar).

Susunan mineralnya adalah Kwarsa berwarna putih, Ortoklas berwarna merah muda, abu-abu, Biotit berwarna hitam pipih, horblende berwarna hitam, hijau prismatik. Mineral penyertanya magnetit hitam berbentuk kubus, zirkon.

Batuan yang mempunyai komposisi mineral sama dengan granit hanya berbeda pada teksturnya yaitu ukuran butir mineralnya halus karena pembekuannya didekat permukaan atau dipermukaan bumi yaitu RIOLIT.

SYENIT

Teksturnya sama dengan granit demikian pula susunan mineralnya, hanya disini tidak mengandung kwarsa. Biasanya warnanya lebih tua dan batuan ini jarang dijumpai di alam.

KOMPOSISI

MINERAL

KWARSA

ORTOKLAS

MIKA

HORNBLENDE

PLAGIOKLAS

PIROKSEN

HORNBLENDE

MIKA

PLAGIOKLAS

PIROKSEN

HORNBLENDE

OLIVIN

PIROKSEN + OLIVIN

PIROKSEN

OLIVIN

JAUH DI BAWAH

(PLUTONIK)

GRANULAR

HOLOKRISTALIN

N A M A B A T U A N

GRANIT

SYENIT

DIORIT

GAEPO

PERIDOTIT

PIROKSENIT

DUNIT

DI KOROK

(INTRUSIF)

MENENGAH

(PORFIRIK)

GRANIT

PORFIRI

SYENIT

DIORIT FORFIR

DOLERIT

(DIABAS)

-

DI PERMUKAAN

(DEKAT PERMUKAAN)

KRIPTOKRISTALIN, AFANITIS / GELAS

RIOLIT

TRAKHIT

ANDESIT

BASALT

ANDESIT

-

TEMPAT TERBENTUKNYA

TEKSTUR

SIFAT

WARNA

2,6 – 2,8

ASAM

(CERH )

2,8 – 2,9

MENENGAH

(ABU- ABU)

2,9 – 3,1

BASA

(GELAP)

3,1 – 3,5

ULTRA BASA

(GELAP KEHIJAUAN)

KANDUNGAN

SILIKA

> 66 %

52 – 66 %

44 – 52 %

< 52 %

DIORIT

Batuan ini banyak dijumpai seperti halnya granit. Warnanya lebih tua dari pada granit karena dalam batuan diorit lebih banyak mengandung mineral-mineral fero magnesiumnya misalnya biotit, hornblende dan piroksen.

Ortoklas tidak dijumpai tetapi yang banyak mineral plagioklas yang menengah misalnya andesin. Dan tidak mengandung kwarsa, ukuran butirnya besar. Kalau mengandung kwarsa batuannya disebut DIORIT KWARSA. Batuan yang seperti diorit hanya perbedaannya pada tekstur (struktur) misalnya ukuran butir mineralnya halus disebut ANDESIT. Batuan ini dijumpai sangat banyak misanya di P.Jawa. Batuan ini bersifat menengah.

GABRO

Batuan ini banyak dijumpai dialam terutama di Indonesia bagian timur. Berwarna hitam karena sebagian besar mineralnya dari fero-magnesium antara lain piroksen, olivin, hornblende sedangkan plagioklasnya yang bersifat basa misalnya labradorit, bitonit. Batuan ini berbutir kasar, Sedangkan batuan yang sama dengan Gabro, hanya perbedaannya pada ukuran butirnya yaitu BASALT.

BASALT

banyak sekali dijumpai dialam, berbutir halus berwarna hitam. Batuan ini bersifat basa sehingga sewaktu masih cair bersifat mudah meluas (contohnya Semenanjung Dekan di India terdiri dari Basalt).

PERIDOTIT : Batuannya sangat kasar terdiri dari mineral piroksen dan olivin bersifat ultra basa.

PIROKSENIT : Sama dengan Peridotit hanya mineralnya terdiri dari piroksen saja, berwarna hitam.

AMFIBOLIT :Sama dengan diatas hanya mineralnya terdiri dari amfibol saja berwarna hitam.

D U N I T :Sama dengan diatas hanya mineralnya terdiri dari olivin saja. Batuan ini berwarna hijau tua.

4.3.2. BATUAN SEDIMEN

Batuan ini terbentuk di permukaan bumi pada kondisi T dan P rendah baik yang terbentuk secara fisik, kimia, biologi

Pelapukan Transportasi Pengendapan

Pelarutan Tranportasi Pengendapan

Evaporasi

Salah satu sifatnya yang khas adalah adanya pelapisan. Batuan ini dapat berasal dari batuan beku yang karena adanya proses pelapukan (oleh gaya eksogen = gaya yang berasal dari luar, misalnya panas, hujan , dsb.nya). Akibatnya batuan tersebut akan lunak dan hancur lalu oleh media transport (dapat berupa air, angin, es) dihanyutkan/dibawa ketempat lain yang lebih rendah lalu diendapkan ditempat tersebut --------> proses mekanis (fisis).

Ada yang disebabkan oleh penguapan sehingga lama kelamaan larutan yang ada menjadi larutan yang mempunyai kadar garam tinggi dan terbentuk endapan garam (tanpa tranportasi) ---------> proses kemis/kimiawi.

Juga ada yang diakibatkan oleh adanya binatang-binatang yang cukup banyak terutama binatang-binatang laut, membentuk suatu koloni --------> batuan endapan yang terdiri dari binatang-bunatang/tumbuh-tumbuhan --------> proses biologis yang non klastik (tidak ada transportasi ---------> biologis yang klatis.

Aktivitas biologi yang ditinggalkan Bs

IDENTIFIKASI BATUAN SEDIMEN

1. Tekstur (diameter butir, bentuk butir, sortasi, bentuk kemas dan ‘packing’)

2. Komposisi mineral

TEKSTUR

Ø (mm)

> 64 boulder (bongkah)

16 –64 coble (kerakal)

2 – 16 gravel (kerikil)

1/16 – 2 pasir

1/256 – 1/16 lanau

< 1/256 lempung

BENTUK BUTIR


Well Rounded (pembundaran baik)


Rounded (bundar)

Subrounded (bundar tanggung)

Subangular (runcing tanggung)

Angular (runcing)

KLASIFIKASI BATUAN SEDIMEN KLASTIK






MATERIAL ROMBAKAN

KLASIFIKASI SEDIMEN NON KLASTIK


BATUAN METAMORF (UBAHAN/MALIHAN)

METAMORFOSE

IDENTIFIKASI

TEKSTUR BATUAN UBAHAN

1. Berfoliasi Orientasi mineral

2. Tak berfoliasi masiv

1. Berfoliasi

· Slaty Texture

Berfoliasi, diameter sangat halus, mineral-mineral pipih nampak saling sejajar, umumnya di dominasi oleh mineral mika, diameter sangat halus

· Schistese Texture

Berfoliasi, dimeter halus, mineral-mineral pipih saling sejajar dan nampak melengkung dan kristal yang berukuran besar mulai nampak. Mineral umumnya terdiri dari mika, klorit, amfibal

· Gnessosse Texture

Berfoliasi, diameter butir menengah – kasar, penjajaran mineral berupa kwarsa, feldspar dengan beberapa mika, klorit, hornblende. Lineasi mineral sangat jelas dan nampak ‘kasar’

3. Tak Berfoliasi

· Tekstur halus sangat halus hornfelsik (hornfels)

· Teksture menengah kasar mozaik (kwarsit dan marmer)

Efek Metamorfisme

1. Tumbuhnya mineral baru pada fase padat

2. Terjadinya proses deformasi dan rotasi mineral yang ada

3. Kristalisasi ulang mineral menjadi lebih besar

Text Box: Ø SANGAT HALUSText Box: Ø HALUSText Box: Ø MEDIUM KASARText Box: ABU-ABU GELAP, HIJAU, MERAH  Text Box: ABU-ABU GELAP, MINERAL MIKA, NAMPAK AGAK JELAS  Text Box: ADA PENJAJARANText Box: “BANDING” (BERLAPIS)  Text Box: SLATE (BATU SABAK) Text Box: FILITText Box: Bervariasi tergantung dominasi mineral. umum : hijau-hijau gelap, keperakan biotit, mika, klorit, kuarsa, feldspur Text Box: Warna pucat, kuarsa dan Feldspar, dengan horblende, mika beberapa mineral tambahan Text Box: SKISText Box: GNEIS
Text Box: GROUP PENJAJARAN MINERAL
Text Box: Ø SANGAT HALUS - HALUS  Text Box: Ø MEDIUM KASARText Box: GelapText Box: Putih, abu-abu, merah Text Box: Putih, abu-abu  Text Box: Kalsit  Text Box: Kuarsa >> Beberap muskofit Text Box: Kuarsa, beberapa mika yng seperti terorientasi sejajarText Box: GROUP TAK ADA/RARE PENJAJARAN MINERAL Text Box: MARMER  Text Box: KUARSA  Text Box: HONFELS (BATU TANDUK)


No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here