Laporan Besar Praktikum Biologi Umum - Sahabat Travel

Breaking

Sahabat Travel

This Web is under maintenance.

Follow us

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Friday, July 13, 2012

Laporan Besar Praktikum Biologi Umum

LAPORAN BESAR PRATIKUM

BIOLOGI UMUM



Description: its_new


OLEH :

KELOMPOK IX

Mohammad Muhibbul Ibad 1509100009

Jonathan 1509100001

Erna Rofidah 1509100027

Ella Ratih Wahyu 1509100011


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM

INSTITUT TEKNOLOGI SEPULUH NOPEMBER

SURABAYA

KATA PENGANTAR

Tidak ada sepatah kata pun yang pantas kami ucapkan, hanya puji syukur atas kehadirat Allah SWT yang telah memberikan Karunia, Rahmat serta Hidayah-Nya sehingga kami dapat menyelesaikan laporan besar biologi umum.

Kami sebagai penulis sadar bahwa laporan besar biologi umum ini tidak akan berhasil dengan baik jika tidak ada bantuan dan bimbingan dari berbagai pihak. Sehingga itu, kami mengucapkan terima kasih atas segala bantuan yang telah kami dapatkan kepada

1. Nurul Hidayah, selaku asisten yang membantu dalam pengerjaan laporan ini

2. Segala pihak yang telah membantu terwujudnya makalah ini yang tentu tidak dapat kami sebutkan satu-persatu.

Penulis menyadari bahwa penulisan laporan besar biologi umum ini masih banyak kekurangan dan jauh dari sempurna. Oleh karena itu besar harapan penulis atas saran dan kritik yang membangun guna kesempurnaan laporan besar umum biologi ini.

Akhir kata penulis berharap semoga karya tulis ini berguna untuk masa yang akan datang.

Surabaya, 20 Desember 2009

Penulis

DAFTAR ISI

Halaman Judul ..........................................................................................................

i

Kata Pengantar ..........................................................................................................

ii

Daftar Isi ...................................................................................................................

iii

Mikroskop dan Dinamika Sel ..................................................................................

1

Jaringan......................................................................................................................

Fotosintesis................................................................................................................

Respirasi....................................................................................................................

Genetika....................................................................................................................

Simulasi Pengukuran Besar Populasi........................................................................

Pertumbuhan dan Perkekmbangan............................................................................

Mikroskop dan Dinamika Sel

BAB I

PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang

Antony Van Leuwenhoek, orang yang pertama kali menggunakan mikroskop walaupun dalam bentuk sederhana pada bidang mikrobiologi. Kemudian pada tahun 1600 Hans dan Z. Jansen telah menemukan lebih maju dengan nama mikroskop ganda. Mikroskop berasal dari kata mikro ( kecil ) dan scopium ( penglihatan ). Mikroskop adalah salah satu benda yang sering digunakan dalam praktikum khusunya biologi. Mikroskop adalah suatu benda yang berguna untuk memberikan bayangan yang diperbesar dari benda-benda yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang (Campbell,2002).

Pada praktikum ini akan dilakukan pengamatan bentuk-bentuk sel di bawah mikroskop, karena sel merupakan benda kecil yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Selain bentuk sel yang diamati ada juga pengamatan tentang sifat-sifat sel seperti difusi, osmosis dan plasmolisis. Pengamatan adanya sifat sel ini menggunakan media wortel dan daun Rhoeo discolor. Baik sel maupun sifat-sifatnya perlu diketahui dengan baik karena sel merupakan dasar dari bagian kehidupan.

1.2. Permasalahan

Pada praktikum ini masalah yang akan dibahas adalah apakah mikroskop itu, bagaimana cara menggunakan mikroskop dan bagaimana cara perawatannya. Selain itu, masalah yang akan dibahas adalah apakah sel itu, bagaimana bentuk-bentuk sel itu sendiri, serta bagaimana sifat-sifat bagian sel seperti difusi, osmosis dan plasmolisis.

1.3. Tujuan

Praktikum ini bertujuan agar praktikan mampu mengetahui bagian-bagian mikroskop serta fungsinya, praktikan mampu menggunakan mikroskop dengan cara yang baik dan benar, praktikan mampu mengetahui bentuk-bentuk sel dan bagian-bagiannya dan praktikan juga mampu mengetahui proses difusi, osmosis dan plasmolisis dengan cara membuktikannya melalui suatu percobaan.

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1. Mikroskop

Mikroskop adalah suatu alat yang digunakan untuk melihat atau meneliti sesuatu yang tidak bisa dilihat dengan mata telanjang seperti sel dan organel. Mikroskop terdiri dari lensa optik yang bisa membiaskan cahaya agar objek yang diamati menjadi lebih besar daripada dilihat dengan mata telanjang. Perbesaran mikroskop cahaya bisa mencapai 2000x penglihatan dengan mata biasa. Pada mikroskop cahaya, perbesaran dibatasi oleh kekuatan lensa pada mikroskop dan kemampuan melihat manusia untuk membedakan objek yang berdekatan secara jelas dan terpisah (Postletwait et al,1992).

2.2. Sel

Sel merupakan satuan sruktural utama yang membentuk makhluk hidup. Beberapa organisme terdiri satu sel (uniseluler) dan yang lain terdiri atas banyak sel (multiseluler). Semua sel tertutup oleh membran sel. Membran sel berguna sebagai interfase antara mesin-mesin di bagian dalam sel dan fluida cair yang membasahi semua sel (Kimball,1999).

Selain ada membran sel terdapat juuga membran inti yang bisa membedakan antara sel prokariotik dan sel eukariotik. Sel prokariotik tidak mempunyai membran inti, contoh organismenya adalah bakteri dan arkea. Semua organisme selain bakteri dan arkea memiliki sel ekariotik dengan nukleus tertutup membran dan organel lainnya terdapat dalam sitoplasmnya. Membran inilah yang membatasi protoplasma dan nukleoplasmanya. Pada sel eukariotik, nukleus merupakan perpustakaan yang mengandung materi genetic. Selain itu, ada ribosom yang merupakan penyusun protein sel (Campbell,2002).

Membran sel sendiri disebut sebagai membran sitoplasma yang mempunyai sifat selektif permeabel dan sangat tipis. Sedangkan protoplasma sendiri merupakan nama lain dari sitoplasma, yaitu cairan yang ada diluar nukleus. Dan nukleoplasma adalah cairan di dalam nukleus (Kimball,1999).

Sel mengandung banyak air dalam protoplasmanya. Air adalah salah satu substan yang paling penting yang masuk atau keluar sel pergerakan sederhana. Pergerakan air secara sederhana melalui membrane selektif permeabel seperti membrane sitoplasma yang disebabkan adanya perbedaan konsentrasi dari tinggi ke konsentrasi rendah dinamakan osmosis. Konsetrasi disini bukan konsentrasi zat terlarut melainkan konsentrasi air sebagai pelarut. Air bergerak dari daerah konsentrasi pelarutnya tinggi ke konsentrasi pelarutnya yang rendah ( Postletwait et all, 1992).

Difusi sendiri adalah pergerakan molekul dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Pengaruh atau efek dari difusi bisa sangat terlihat dan juga bisa sedikit terlihat sehingga harus memperhatikan agar bisa benar-benar mengerti prosesnya (Kuta et all, 2007).

BAB III

METODOLOGI

3.1. Alat dan bahan

3.1.1. Alat

Pada praktikum ini alat-alat yang akan digunakan adalah mikroskop, gelas objek serta penutupnya, cawan petri, pisau atau silet tajam, pipet tetes, kertas tissue dan kain flanel.

3.1.2. Bahan

Bahan-bahan yang akan digunakan adalah praktikum ini adalah kentang, batang ubi kayu ( Monnihot utilisima ), bawang merah ( Allium cepa ), dan wortel. Selain itu juga menggunakan daun Rhoeo discolor, garam dapur ( NaCl ) dan aquades.

3.2. Cara Kerja

3.2.1. Mikroskop

Permulaan praktikum dimulai tentang pengenalan mikroskop. Pertama-tama mikroskop diangkat dengan cara satu tangan memegang lengan mikroskop dan tangan lainnya menyangga kaki mikroskop. Kemudian mikroskop diletakkan di meja dengan hati-hati. Asisten akan menerangkan bagian-bagian dan cara penggunaannya. Gambar mikroskop dan mikroskop yang asli diperhatikan lalu dibandingkan bagian-bagian serta fungsinya dicatat.

Setelah dapat menggunakannya, pengamatan dilakukan dengan menggunakan preparat basah. Pengmatan ini dilakukan untuk mengetahui bentuk-bentuk sel. Pertama-tama gelas objek dan gelas penutupnya disiapkan. Kemudian sekerat kecil kentang diletakkan di tengah-tengah gelas objek. Kentang ditekan dengan jari sehingga air kentang terperas di alas gelas objek. Kemudian air kentang tersebut diratakan di tengah gelas objek. Potongan kentang dibuang lalu ditambahkan setetes aquades pada permukaan gelas objek. Gelas objek dan penutupnyaditekan dan jangan sampai muncul gelembung udara dalam preparat. Lalu objek diamati dengan perbesaran lemah (100x) dan perbesaran kuat (450x/1000x). Hasil pengamatan digambar dan diberi nama bagian-bagian yang tampak. Gelas objek dan penutupnya disiapkan untuk objek selanjutnya. Irisan tipis empulur ubi kayu dan lapisan epidermis bawang merah diletakkan pada gelas objek. Kemudian diamati menggunakan mikroskop dengan perbesaran lemah dan perbesaran kuat. Hasil pengamatan digambar dan diberi nama bagian-bagian yang tampak.

3.2.2. Osmosis Difusi

Wortel dipotong dengan ukuran kurang lebih 6 cm, lebar 1 cm, dan tebalnya 2mm. Kemudian wortel yang sudha dipotong tersebut dimasukkan masing-masing satu potongan wortel ke dalam cawan petri yang berisi aquades dan cawan petri yang berisi larutan garam (NaCl). Lalu dibiarkan selama 20 menit. Ssetelah 20 menit, potongan wortel diangkat dan dibandingkan ukuran kedua potongan tersebut dengan ukuran sebelumnya.

3.2.3. Plasmolisis

Daun Rhoeo discolor yang berwarna ungu disayat tipis epidermisnya dua sayatan. Masinng-masing diletakkan pada gelas objek yang berbeda. Gelas objek 1 yang telah ada sayatan daun Rhoeo discolor ditetesi dengan aquades. Begitu juga dengan gelas objek 2 ditetesi dengan larutan garam dapur ( NaCl ). Kemudian ditutup dengan gelas penutup. Lalu ditunggu selama 15 menit, diamati dibawah mikroskop lalu hasil pengamatannya digambar.

BAB IV

PEMBAHASAN

4.1. Hasil Pengamatan

4.1.1. Mikroskop

Hasil Pengamatan

Gambar Pengamatan ( Literatur )

Description: Potato-StarchA. Kentang

Vakuola makanan

B. Empulur Ubi Kayu

Description: cork_100x_pa021953c

Description: allium%20cepa%20prbsaran%20400XC. Epidermis Bawang Merah

Inti Sel

Sel Bawang Merah

4.1.2. Osmosis-Difusi

Ukuran

Wortel

Dalam aquades (cm )

Dalam larutan NaCl ( cm )

Sebelum

Sesudah

Sebelum

Sesudah

Panjang

1

1.1

1

0.9

Lebar

1

1.1

1

1

Tebal

1

1.1

1

0.9

4.1.3. Plasmolisis

No

Hasil Pengamatan

Gambar Literatur

1

Description: sblm%20Rhoeo_Discolor_-_Plasmolysis

2

Description: Rhoeo_Discolor_epidermis%20stelah






4.2. Pembahasan

4.2.1. Prinsip Kerja Mikroskop

Mikroskop adalah alat bantu optik untuk mengamati objek yang berukuran kecil atau mikron yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Mikroskop bekerja dengan cara memperbesar bayangan objek dan mempertinggi daya pisah mata karena menggunakan dua lensa optik yaitu lensa objektif dan lensa okuler. Umumnya lensa objektif mampu memperbesar objek sebesar 10x, 45x, dan 100x, sedangkan lensa okuler mampu memperbesar objek sebesar 5x, 10x, dan 15x. Perbesaran total yang dihasilkan mikroskop didapat dari perkalian perbesaran lensa objektif dan lensa okuler. Misalnya lensa okuler melakukan perbesaran 5x dan lensa objektif melakukan perbesaran 100x, maka perbesaran total yang dilakukan pada mikroskop yaitu 500x. Perbesaran dibagi menjadi 3 yaitu perbesaran lemah, sedang, dan kuat. Perbesaran lemah yaitu perbesaran lemah yaitu 50x, 100x, dan 150x. Perbesaran sedang yaitu 225x, 450x, dan 675x. Perbesaran kuat yaitu 500x, 1000x, dan 1500x.

4.2.2. Bagian-bagian Mikroskop

Mikroskop terdiri dari berbagai bagian yang memppunyai fungsi masing-masing. Bagian-bagian tersebut antara lain :

a. Lensa okuler : lensa yang dekat dengan mata pengamat yang berfungsi untuk memperbesar benda yang dibentuk oleh lensa okuler.

b. Tabung mikroskop : untuk mengatur fokus dapat dinaikkan dan diturunkan.

c. Tombol pengatur kasar : untuk mencari fokus bayangan objek secara cepat sehingga tabung mikroskop naik atau turun secara cepat.

d. Tombol pengatur halus : untuk mencari fokus bayangan objek secara cepat sehingga tabung mikroskop naik atau turun secara lambat.

e. Revolver : untuk memilih lensa objektif yang akan digunakan.

f. Lensa objektif : untuk menentukan bayangan objek serta memperbesar benda yang diamati.

g. Lengan mikroskop : untuk pegangan saat membawa mikroskop.

h. Meja preparat : uintuk meletakkan objek/benda yang akan diamati.

i. Penjepit : untuk menjepit preparat di atas meja preparat agar tidak bergeser.

j. Kondensor : lensa tambahan yang berfungsi untuk mengumpulkan cahaya masuk dalam mikroskop

4.2.3. Cara Membawa dan Merawat Mikroskop

4.2.3.1. Cara Membawa

Mikroskop tidak boleh dibawa secara sembarangan. Harus dengan berhati-hati. Cara membawa mikroskop yaitu tangan kanan memegang lengan mikroskop dan tangan kiri menyangga bawah mikroskop. Jadi seperti menggendong bayi. Mikroskop dibawa dengan membelakanginya jadi mikroskop mengahadap depan. Hal ini dilakukan agar lensa objektif tidak terkena badan kita yang bisa menyebabkan letak lensa objektifnya bergeser.

4.2.3.2. Cara Merawat

Dalam perawatan mikroskop cahaya yang mrnggunakan listrik sebagai sumber lampunya, setiap selesai pengamatan dan telah melihat objek yang diteliti, lampunya harus segera dimatikan. Karena lampu pada mikroskop harganya mahal jadsi sebisa mungkin menghemat pemakaiannya. Setelah pengamatan benar-benar selesai, mikroskop ditaruh di tempat/meja penyimpanan lalu ditutup dengan plastik agar tidak terkena debu dari luar.

4.2.4. Pengertian Sel

Sel merupakan satuan struktural utama yang membentuk makhluk hidup. Sel dapat beraktifitas dan memperbanyak diri. Dalam beraktivitas, sel bisa memperoleh bahan energi dari lingkungannya dan mengubahnya di dalam sel melalui proses kimia yang merupakan metabolisme dari sel-sel tersebut. Dan pada akhirnya sel-sel tersebut mengembalikan sebagian dari hasil akhir proses itu kepada lingkungannya.

Sel memperbanyak diri dengan cara tergantung dari struktur selnya. Pada makhluk hidup bersel satu melakukan reproduksi dengan cara aseksual yaitu dengan cara membelah diri, konjugasi, dan fragmentasi. Pada makhluk hidup yang bersel banyak umumnya bereproduksi dengan cara seksual yaitu dengan peleburan dua gamet yaitu gamet jantan dan gamet betina. Pada tingkat sel yang dimiliki makhluk hidup tingkat tinggi, sel memperbanyak diri melalui pembelahan sel mitosis dan meiosis. Mitosis terjadi pada sel tumbuh sedangkan meiosis terjadi pada sel gamet. Jadi pembentukan sel gamet melalui meiosis karena dalam proses meiosis jumlah kromosom yang dihasilkan setengahnya. Jadi apabila bertemu dengan gamet jantan atau betina jumlah kromosomnya bergabung jadi jumlah kromosomnya seperti induknya.

Setiap organisme tersusun dari salah satu dua jenis sel yang secara struktural berbeda yaitu sel prokariotik atau sel eukariotik. Hanya bakteri atau arkea yang memiliki sel prokariotik protista, tumbuhan jamur, tumbuhan paku dan tumbuhan tingkat tinggi serta hewan semuanya mempunyai sel eukariotik. Perbedaan utamanya adalah membran yang membatasi nukleus jadi, pada sel prokariotik tidak ada membran nukleusnya sehingga materi genetik ( DNA ) terkonsentrasi pada suatu daerah yang disebut nukleoid. Sedangkan pada sel eukariotik memiliki nukleus yang dibungkus oleh selubung nukleus. Seluruh daerah yang berada di antara nukelus dan membran yang membatasi sel disebut sitoplasma. Pembagian bagian-bagian sel akan dibahas pada bab selanjutnya.

4.2.5. Pembagian Sel dan FungsinyaDescription: sel dan organelnya

Pada sel makhluk hidup tingkat tinggi mempunyai struktur sel yang sangat rumit. Untuk mempelajari bagian-bagian sel diperlukan mikroskop elektron yang bisa melakukan perbesaran yang besar. Bagian-bagian tersebut antara lain adalah :

a) Membran sel : membran pembatas diluar. Berguna sebagai interfase antara mesin-mesin di bagian dalam sel dan fluida cair yang membasahi semua sel. Tersusun atas dua lapis molekul fosfolipid di bagian tengah dan selapis molekul protein di masing-masing bagian tepi. Bersifat semipermeabel sehingga molekul zat-zat yang melaluinya mengalami penyaringan.

b) Nukleus : nukleus mengandung nukleolus dan nukleoplasma. Dalam nukleoplasma terdapat kromosom yang mengandung substansi genetik. Nukleus berfungsi untuk mengontrol seluruh aktivitas sel dan pewarisan faktor keturunan.

c) Sitoplasma : merupakan plasma yang terletak di antara membran plasma dan nukleus. Terdiri atas matriks yang disebut sitosol dan organel. Sitosol merupakan substansi koloid sehingga di dalamnya mudah terjadi reaksi kimia. Komponen terbesar sitoplasma adalah air.

d) Retikulum Endoplasmik : merupakan sistem membrane yang membentuk jalinan rongga-rongga pipih yang disebut sisterna dengan saluran berbagai ukuran. Retikulum endoplasmik( RE ) ada dua yaitu RE besar yang berfungsi sebagai transfer dan sintesis protein dan ada RE kecil berfungsi untuk transfer serta sintesis lemak dan steroid.

e) Ribosom : ribosom terdiri atas nukleoprotein yang tersusun atas mRNA dan protein. Berfungsi untuk sintesis protein dibawah kontrol DNA yang ada di dalam nukleus. Ribosom terikat dengan retikulum endoplasmik.

f) Aparat golgi : terdiri dari setumpuk saku pipih yang dibatasi oleh membrane. Berfungsi untuk sekresi polisakarida, protein, dan lendir.

g) Mitokondria : merupakan organel yang dibatasi oleh membran rangkap yang didalamnya terdapat matriks. Mitokondria berperan dalam respirasi sel dan transpor elekron.

h) Lisosom : berperan dalam kegiatan yang membutuhkan enzim yaitu pencernaan intrasel dan autolisis.

i) Sentriol : pada sel hewan dan sel beberapa mikroorganisme dan tumbuhan tingkat rendah sentriol ada di dekat permukaan sebelah luar nukleusnya. Sentriol berduplikasi untuk membentuk benda basal silia dan flagella.

j) Mikrotubul : silinder protein yang terdapat pada kebanyakan sel hewan dan tumbuhan. Fungsinya bersama-sama dengan filamen intermediet menentukan bentuk struktur pada sitoplasma.

k) Filamen intermediet : serat sitoplasmik yang panjang dengan diameter sekitar 10 nm. Terdapat dalam semua tipe sel otot yang fungsinya mengikat bagian-bagian kontraktil sel pada tempat yang tetap.

4.2.6. Perbedaan Sel Hewan dan Sel Tumbuhan

Perbedaan sel hewnan dan sel tumbuhan adalah pada bagian-bagian yang hanya terdapat pada tumbuhan yaitu plastoda, dinding sel, dan vakuola besar, dan bagian-bagian yang hanya dipunya oleh hewan yaitu sentriol

a) Dinding sel

Terdapat disebelah luar membran plasma, umumnya tersusun atas molekul selulosa dan bersifat permeabel. Dinding sel berfungsi sebagai pemberi bentuk sel, pelindung bagian sebelah dalam, dan pembantu pergerakan air dari luar ke dalam sel.

b) Plastida

Organel yang ada pada tumbuhan tidak terdapat pada hewan ataupun prokariota seperti bakteri dan ganggsng hijau-biru. Plastida terbagi menjadi proplastida, leukoplas, kromoplas, dan kloroplas.

c) Vakuola ( Rongga sel )

Vakuola dilapisi temoplas yang bersifat semi permeabel. Vakuola tidak terdapat pada sel muda, makin tua umur sel makin besar vakuolanya. Vakuola dan dinding sel bersama-sama mengatur tekanan turgor.

d) Sentriol

Dalam suatu sel terdapat dua sentriol yang keduanya berada dalam satu tempat yang sama yang disebut sebagai sentrosom. Sentriol berfungsi pada pembelahan inti yaitu pada pergerakan kromatid dan kromosom.

4.2.7. Bentuk-bentuk Sel

Bentuk sel sangat bermacam-macam ada yang berbentuk pipih, bulat, panjang, batang, elips, segienam, lonjong, dan lain-lain. Sel-selakan berkumpul membentuk jaringan. Bentuk jaringan juga bergantung pada sel yang menyusunnya.

4.2.8. Macam-macam Sel

Sel bisa dibagi secara bermacam-macam. Berdasarkan membran inti sel, sel dibagi menjadi dua yaitu sel prokariotik dan sel eukariotik. Sel prokariotik yaitu sel yang tidak mempunyai membran inti jadi letak nukleusnya tidak terdefinisi dengan jelas sehingga materi genetinya terkonsentrasi pada suatu daerah yang disebut nukleoid. Yang termasuk makhluk hidup prokariotik adalah bakteri dan arkea. Sedangkan sel eukariotik memiliki nukleus yang terbungkus oleh membran inti. Jadi nukleusnya terlihat dengan jelas. Makhluk hidup yang mempunyai sel eukariotik adalah makhluk hidup selain bakteri dan arkea.

Berdasarkan kegunaan dan letaknya, macam-macam sel dibagi menjadi empat yaitu sel otot, terdapat di jaringan otot, yang bekerjanya di bawah kesadaran. Yang kedua adalah sel kulit terdapat di jaringan kulit biasa disebut dengan jaringan epidermis yang kegunaannya melindungi organ atau sel di dalamnya. Sel saraf terdapat di jaringan saraf. Sel darah yang terdiri eritrosit, leukosit, trombosit, dan plasma darah. Mungkin pada sel, kegunaannya belum terlalu kelihatan. Jadi sel-sel tersebut membentuk jaringan. Di jaringan inilah kegunaan jaringan itu terlihat karena antara sel satu dengan sel lainnya saling bekerja sama secara sinergis.

4.2.9. Hasil Pengamatan

4.2.9.1. Air perasan kentang

Pada awalnya kentang yang masih segar dikupas kulitnya. Kemudian untuk mengambil sarinya, kentang dikerok dengan sendok. Setelah dapat sarinya, sari kentang diletakkan pada gelas objek lalu ditutup menggunakan gelas penutup. Pada pengamatan kentang, tidak menggunakan air aquades untuk melekatkannya padagelas objek karena sari kentang sudah mengandung air. Jadi begitu ditaruh pada gelas objek dan ditutup dengan gelas penutup, perasan kentang menjadi tertaruh sempurna pada gelas objek. Apabila menggunakan aquades sarinya malah terpecah dan susah diamati.

Pada hasil pengamatan dibawah mikroskop, diketahui kentang bentuk selnya bulat-bulat. Ada bulatan kecil dan bulatan besar. Bulatan besar yang dilihat merupakan vakuola makanan yang mengandung pati. Sebagaimana telah diketahui, kentang mengandung banyak pati yang terdapat pada amiloplas ( bagian yang berbantuk bulir besar berisi cadangan makanan ).

4.2.9.2. Empulur Monnihot utilisima

Pengamatan Monnihot utilisima / ubi kayu dilakukan dengan memilih batang yang sudah agak tua yang berkas pembuluhnya sudah terbentuk. Batang dipotong melintang dengan tipis. Saat pemotongan akan dilihat ada bagian yang berwarna putih di tengah-tengah batang. Bagian itulah yang dinamakan empulur yang mengandung berkas pembuluh. Bagian empulurnya diambil dengan cara disayat melintang. Disayatnya harus sampai tipis sekali agar bisa diamati, setelah didapat sayatan yang tipis, ditaruh di gelas objek dan diberi aquades agar geas penutupnya bisa menutup dengan sempurna. Objek diletakkan pada meja preparat dan dengan perbesaran lensa objektif 10x. Empulur bisa terlihat jelas bagian-bagiannya.

Gambar yang terlihat pada mikroskop hanya ppotongan persegi panjang yang tersusun rapi berwarna putih. Hal ini telihat karena empulur ubi kayu tersusun dari sel gabus. Sel-sel gabus ini merupakan sel mati karena tidak mempunyai inti seperti sel hidup lainnya. Sel-sel gabus yang terdapat pada empulur biasanya terdiri dari sel parenkim yang dapat mengandung klorofil dan dapat mengalami kerusakan pada saat masa pertumbuhannya.

4.2.9.3 Epirdermis Bawang Merah

Pada awal pengamatan disiapkan bawang merah , diamabil epidermisnya yang benar-benar tipis. Setelah didapat epidermis yang tipis, epidermis tersebut di letakkan pada gelas objek dan diberi aquades agar bisa menempel pada gelas objek dngan sempurna.Setelah itu , ditutup dengan gelas penutup, lalu diamati di bawah mikroskop. Setelah mencari fokusnya, perbesaran objektif yang dipakai adalah perbesaran 10 kali.

Berbeda dengan pengamatan pada Monnihot utilisima yang hanya berbentuk sel-sel kosong dan tidak mengandung inti sel , pada sel bawang merah. Inti sel terlihat jelas. Selain inti sel, juga terlihat dinding selnya. Adanya inti sel pada sel bawang merah menunjukkan bahwa sel bawang merah bagian epidermisnya merupakan sel hidup. Selain itu terlihat adanya dinding sel yang merupakan karakteristik dari sel tumbuhan yang tidak terdapat pada sel hewan.

4.2.9.4. Difusi-Osmosis

Pada pengamatan peristiwa osmosis dan difusi, media yang digunakan adalah wortel. Awalnya wortel dipotong dengan ukuran 1 cm pada setiap sisinya baik panjang, lebar, maupun tebalnya. Setelah dipotong dengan ukuran di atas, wortel I dimasukkan ke dalam air aquades dan wortel II dimasukkan pada larutan NaCl. Lalu dibiarkan selama 20 menit dan setelah itu diamati perubahan ukurannya.

Wortel I dimasukkan ke dalam air aquades. Air aquades disini berfungsi sebagai larutan hipotonik (konsentrasinya lebih rendah daripada wortel). Setelah dibiarkan selama 20 menit dalam air aquades, wortel diukur ukurannya. Ternyata ukurannya bertambah besar karena terjadi peristiwa osmosis dimana air mengalir dari larutan yang konsentrasi pelarutnya tinggi ke konsentrasi pelarutnya yang rendah. Jadi air masuk melalui membran plasma yang bersifat selektif permeabel ke dalam sel sehingga ukuran wortelnya jadi bertambah besar.

Wortel II dimasukkan ke dalam larutan NaCl. Larutan NaCl disini berfungsi sebagai larutan hipertonik yang kkonsentrasi zatnya lebih tinggi daripada konsentrasi zat dalam wortel. Wortel II juga diperlakukan sama dengan wortel I yaitu direndam dalam larutan selama 20 menit. Namun larutannya memakain NaCl. Setelah 20 menit, wortel diangkat dari larutan dan diukur ukurannya. Ternyata wortel mengalami penyusutan dari ukuran sebelumnya. Hal ini disebabkan adanya perbedaan konsentrasi dimana konsentrasi larutan NaCl lebih tinggi daripada konsentrasi zat di wortel. Dan hal itu menyebabkan adanya proses difusi yang menyebabkan wortel mengalami penyusutan karena air dalam sel wortel keluar dari selnya.

4.2.9.5. Plasmolisis

Pada pengamatan plasmolisis, media yang dipakai adalah daun Rhoeo discolor. Daun Rhoeo discolor disayat tipis epidermisnya yang berwarna ungu lalu diletakkan pada gelas objek. Setelah diletakkan, objek daun Rhoeo discolor yang pertama diberi tetesan aquades sedangkan yang kedua diberi tetesan larutan NaCl. Setelah itu, objek ditutup dengan gelas penutup dan dibiarkan selama 10 menit. Setelah 10 menit, daun Rhoeo discolor diamati di bawah mikroskop.

Hasil pengamatan daun Rhoeo discolor yang diberi tetesan aquades, sel-selnya tidak mengalami perubahan apa-apa karena aquades tidak mengganggu konsentrasi zat yang berada pada sel Rhoeo discolor. Sedangkan pada daun Rhoeo discolor yang ditetesi larutan NaCl, ada beberapa sel yang pecah dinding selnya. Hal ini dikarenakan adanya peristiwa plasmolisis dimana sel yang ditetesi dengan larutan yang konsentrasinya lebih tinggi menyebabkan air dalam sel keluar sehingga selnya mengalami penyusutan. Namun penyusutannya terjadi secara terus-menerus dan menyebabkan dinding sel pecah karena air yang terkandung didalamnya telah keluar semua. Hal ini bisa menyebabkan kematian sel.

4.2.10. Mekanisme osmosis, difusi, dan plasmolisis

4.2.10.1 Mekanisme osmosis

Osmosis pada dasarnya merupakan perpindahan air dari larutan yang konsentrasi pelarutnya tinggi (hipotonik) ke konsentrasi pelarutnya yang lebih rendah (hipertonik) melalui membran yang bersifat selektif permeabel. Apabila cairan di dalam sel bersifat hipertonik, maka cairan luar sel akan masuk ke dalam sel sehingga ukuran sel akan mengembang dari ukuran sebelumnya. Apabila cairan luar sel bersifat hipotonik, maka yang akan terjadi adalah air keluar dari sel sehingga ukuran sel menyusut.

4.2.10.2 Mekanisme difusi

Difusi adalah proses perpindahan molekul zat atau gas dari konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah. Difusi dapat terjadi secara langsung melalui membran dengan tiga mekanisme, yaitu difusi sederhana, difusi yang melalui saluran yang terbentuk dari protein transmembran dan difusi terfasilitasi. Difusi sederhana yang melalui membran berlangsung karena molekul-molekul berpindah melalui membran bersifat larut sehingga dapat menembus secara langsung.

4.2.10.3. Mekanisme plasmolisis

Plasmolisis terjadi pada sel yang mengalami difusi secara terus menerus sehingga cairan di dalam sel keluar sehingga menyebabkan penyusutan. Apabila keadaan ini berlangsung terus menerus maka membran plasmanya akan pecah dan menyebabkan kematian sel.

BAB V

KESIMPULAN

5.1. Mikroskop

Mikroskop dapat digunakan untuk melihat keadaan sel sehingga kita dapat mengetahui bagaimana bentuk sel Monnihot utilisima, sel perasan kentang, dan sel bawang merah. Percobaan ini menunjukkan fungsi mikroskop yang berguna untuk melihat benda-benda berukuran sangat kecil dan tidak kasat mata.

5.2. Osmosis-difusi

Percobaan yang menggunakan wortel sebagai medianya menunjukkan adanya peristiwa osmosis dan difusi. Wortel yang dimasukkan ke dalam aquades mengalami osmosis dan wortel yang dimasukkan ke dalam larutan NaCl mengalami difusi.

5.3. Plasmolisis

Percobaan yang menggunakan daun Rhoeo discolor menunjukkan adanya peristiwa plasmolisis. Daun Rhoeo discolor yang ditetesi larutan NaCl mengalami plasmolisis karena larutan NaCl bersifat hipertonik jadi selnya mengalami penyusutan dan akhirnya pecah.


No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here