Sistem Urogenital pada Aves - Sahabat Travel

Breaking

Sahabat Travel

This Web is under maintenance.

Follow us

test banner

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Friday, July 13, 2012

Sistem Urogenital pada Aves

Sistem Urogenital pada Aves

Aves memiliki alat ekskresi berupa ren yang relatif besar, bewarna merah coklat, tertutup oleh peritonium (retroperitonial). Tiap-tiap ren terbagi atas 4 lobi. Dari dataran ren adalah ventral keluar ureter yang sempit menuju ke cauda dan berakhir pada cloaca. Daerah yang berasal dari arteri renalis akan disaring secara filtratis. Zat-zat yang tidak berguna dalam darah terutama berupa ureum akan dibuang dalam proses filtrasi ini (Jasin, 1992).

Ginjal bertipe metanefros berwarna coklat tua. Saluran ureter bermuara langsung pada kloaka dan tidak ada kandung kemih. Ekskret semi solid (mengandung urat). Kelenjar adrenal sepasang, pada pertukaran ventral ginjal. (Brotowidjoyo, 1989).

Pada hewan jantan terdapat sepasang testis yang bulat berwarna putih, melekat di sebelah anterior dari ren dengan suatu alat penggantung. Testis di sebelah kanan lebih kecil dari pada yang kiri. Dari masing-masing testis terjulur saluran vasa diferensia sejajar dengan ureter yang berawal dari ren. Pada sebagian aves, memiliki vesicula seminalis yang merupakan gelembung kecil bersifat kelenjar dan bagi tempat menampung sementara sperma sebelum dituangkan melalui pupil yang terletak pada kloaka. Testis akan membesar apabila sedang berada dalam musim kawin. Sperma dihasilkan didalam testis dan ditampung dalam vesicular seminalis untuk disalurkan memalui kloaka saat terjadinya kopulasi (Storer, 1957).

Pada hewan betina terdapat sepasang ovary namun hanya ovarium kiri yang berkembang karena pada bagian ovarium kanan mengalami atrophis atau mengalami rudimenter (mengecil dan tidak bekerja lagi). Dari ovari menjulur oviduct panjang berkelok-kelok, berlubang pada bagian cronial dengan bentuk corong. Lubang oviduct disebut ostium abdominalis. Fertilisasi terjadi di dalam tubuh dengan jalan mengadakan kopulasi (Jasin, 1992).

No comments:

Post a Comment

Post Top Ad

Responsive Ads Here