Breaking News

Biologi ITS Temukan Bakteri Penghasil Asam Asetat di Kulit Pisang

Kulit pisang bagi sebagian orang mungkin hanyalah sampah. Namun tidak bagi Dadang H Mustofa, Sidratu Ainiyah, Achmad Arifianto. Ketiga mahasiswa Biologi ITS ini memiliki ide untuk melakukan penelitian terhadap bakteri yang terdapat pada tiga varietas pisang, seperti pisang Ambon, Kepok dan Raja. Dari tiga varietas ini mereka mampu mengisolasi tujuh bakteri yang sangat menguntungkan manusia. Bakteri tersebut adalah Acetobacter.

Biologi, ITS - Bakteri Acetobacter sendiri merupakan bakteri yang sangat potensial dalam pengembangan Bioteknologi. Salah satu cabang ilmu biologi ini memang memanfaatkan makhluk hidup seperti bakteri untuk menghasilkan produk yang bermanfaat bagi manusia.

''Bakteri tersebut mampu menghasilkan asam asetat non sintetis,'' ujar Dadang yang menyebutkan bahwa Acetobacter ditemukan lebih banyak pada kulit pisang Raja sebanyak empat spesies dan dua spesies lainnya ditemukan pada kulit pisang Kepok dan satu spesies pada kulit pisang Ambon.

Asam asetat sendiri memiliki banyak kegunaan dalam produksi berbagai macam serat dan kain. Tak hanya itu, asam asetat juga berfungsi sebagai pengatur keasaman makanan dan mampu dikembangkan menjadi minuman kesehatan seperti cuka pisang. ''Fokus penelitian kami memang untuk mengembangkan minuman cuka pisang,'' lanjut Dadang.

Minuman cuka pisang sendiri merupakan salah satu inovasi yang dapat dikembangkan dari penelitian ini. Dadang mengaku bila minuman cuka pisang bisa menjadi pilihan karena bermanfaat untuk kesehatan karena mengandung berbagai nutrisi, kaya asam amino dan mengandung serotonin yang dapat menyeimbangkan mood dan menyehatkan retina mata.

Meski mendapat banyak masukan bagus selama beberapa kali pemantauan PKM, Dadang mengaku bila ia dan kawan-kawannya sempat menemui berbagai kendala saat melakukan penelitian. ''Pembimbing kami, Dr rer nat Ir Maya Shovitri M.Si sempat sangat khawatir karena kami belum mendapat materi ini dalam perkuliahan, tetapi kami bisa membuktikan dengan diterimanya proposal penelitian ini,'' ujar Dadang yang mengaku bila materi Mikrobiologi sejatinya baru akan mereka tempuh di semester lima. 

Kini Dadang, Arif dan Sidhratu makin bersemangat untuk melakukan publikasi dan melanjutkan penelitian. Proposal penelitian mereka pun tinggal menunggu persetujuan dari tiga univeristas, UPI, Unesa dan UNY untuk diikutkan dalam seminar nasional. Bagi mereka tak ada yang tidak mungkin apabila mau berusaha. ''Beribu bakteri dalam satu tanah yang kita genggam, namun belum semua yang termanfaatkan. Sehingga saya berpikir bahwa sebenarnya penelitian itu tidak ada batasnya,'' pungkas Dadang.

No comments