Breaking News

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI PERIKANAN HIPOFISASI PADA IKAN MAS

Logo ITS Baru

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI PERIKANAN

HIPOFISASI PADA IKAN MAS

SB 091521

MOHAMMAD MUHIBBUL IBAD

NRP 1509 100 009


PROGRAM STUDI BIOLOGI

Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam

Institut Teknologi Sepuluh Nopember

Surabaya 2011


I. JUDUL : HIPOFISASI PADA IKAN MAS

II. TUJUAN :

1. Mengetahui langkah hipofisasi pada ikan mas

2.Mengetahui pengaruh pemberian hipofisa terhadap pemijahan ikan

III. METODOLOGI :

3.1 Alat dan Bahan :

3.1.1 Alat

Alat-alat yang digunakan dalam praktikum ini adalah kolam perkawinan/ akuarium besar, timbangan, pisau pemotong, telenan, alat pembedahan, tissue, kain lap, gelas penggerus dan alat suntik

3.1.2 Bahan

Bahan yang digunakan dalam praktikum ini adalah induk ikan mas jantan dan betina matang gonad (siap kawin), ikan donor (ikan mas) yang sudah dewasa dan aquabidest.

3.2 Cara Kerja

Langkah pertama yang dilakukan dalam praktikum ini adalah menyiapkan induk ikan mas jantan dan betina siap kawin. Induk betina dan ikan donor ditimbang, dosis antara induk betina dibanding donor yaitu 1:2/ berat tubuh. Ikan donor dibunuh dengan cara memotong bagian kepalanya. Kepala yang telah terpotong diletakkan dengan posisi mulut menghadap keatas. Pemotongan berikutnya yaitu pada bagian diatas mata sedikit agak kearah bagian belakang. Setelah tulang tengkorak terbuka maka akan nampak otak, sedangkan kelenjar hipofisa terletak di bagian otak dan berwarna putih. Otak diangkat, tempatnya dibersihkan dengan tissue agar bersih dari darah dan lemak.. Kemudian kelenjar hipofisa tersebut diambil secara hati-hati dengan pinset agar tidak pecah. Kelenjar hipofisa diletakkan di tepi alat penggerus, kemudian kelenjar hipofisa digerus dengan cara memutar-mutar alat penggerus ke lubang dasar alat penggerus dan ditambah aquabidest sebanyak 1,5 ml. Disentrifuge selama 3 menit lalu didiamkan sebentar agar terbentuk dua lapisan (cairan bening dan endapan). Cairan yang bening diambil dengan spet, ciran seperi inilah yang digunakan untuk menyuntik induk. Penyuntikan dilakukan dibawah sirip punggung bagian depan.. Cara menyuntikkannya, sisik kita angkat sedikit jangan sampai lepas lalu jarum spuit, ditusukkan pada daging diujung bawah sisik. Induk betina yang sudah disuntik dimasukkan ke kolam perkawinan yang sudah disiapkan lengkap dengan ijuk dan induk jantan dengan perbandingan induk jantan dan betinanya 1:1/ berat tubuh.

I. HASIL DAN PEMBAHASAN

1.1 Data Pengamatan

No.

Perlakuan

Pengamatan

1.

2.

3.

Disiapkan induk ikan mas jantan dan betina siap kawin. Induk betina dan ikan donor ditimbang, dosis antara induk betina dibanding donor yaitu 1:2/ berat tubuh

Ikan donor dibunuh dengan cara memotong bagian kepalanya. Kepala yang telah terpotong diletakkan dengan posisi mulut menghadap keatas.

Pemotongan berikutnya yaitu pada bagian diatas mata sedikit agak kearah bagian belakang. Setelah tulang tengkorak terbuka maka akan nampak otak, sedangkan kelenjar hipofisa terletak di bagian otak dan berwarna putih.

Otak diangkat, tempatnya dibersihkan dengan tissue agar bersih dari darah dan lemak.. Kemudian kelenjar hipofisa tersebut diambil secara hati-hati dengan pinset agar tidak pecah. Kelenjar hipofisa diletakkan di tepi alat penggerus, kemudian kelenjar hipofisa digerus dengan cara memutar-mutar alat penggerus ke lubang dasar alat penggerus dan ditambah aquabidest sebanyak 1,5 ml. Disentrifuge selama 3 menit lalu didiamkan sebentar agar terbentuk dua lapisan (cairan bening dan endapan).

Penyuntikan dilakukan dibawah sirip punggung bagian depan.. Cara menyuntikkannya, sisik kita angkat sedikit jangan sampai lepas lalu jarum spuit, ditusukkan pada daging diujung bawah sisik.

Induk ikan yang digunakan adalah induk ikan mas sebagai donor

4.2 Pembahasan

Praktikum ini bertujuan untuk mengetahui langkah hipofisasi pada ikan mas dan untuk mengetahui pengaruh pemberian hipofisa terhadap pemijahan ikan. Pada praktikum ini digunakan induk ikan mas jantan dan betina matang gonad (siap kawin), ikan donor (ikan mas) yang sudah dewasa dan aquabidest dan digunakan alat-alat seperti kolam perkawinan/ akuarium besar, timbangan, pisau pemotong, telenan, alat pembedahan, tissue, kain lap, gelas penggerus dan alat suntik. Ikan donor yang digunakan dalam praktikum ini adalah ikan mas.

Langkah pertama yang dilakukan dalam praktikum ini adalah menyiapkan induk ikan mas jantan dan betina siap kawin. Induk betina dan ikan donor ditimbang, dosis antara induk betina dibanding donor yaitu 1:2/ berat tubuh. Syarat ikan donor yang digunakan yaitu masak kelamin dan tidak boleh mati (tidak lebih dari 2 jam), beratnya dua kali ikan resipien. Ikan resipien adalah jenis yang sama mempunyai berat setengah kali ikan donor. Perbandingan ikan donor dan resipien yang digunakan adalah 3:1 yaitu 3 jantan dan 1 betina.(Hadjamulia, 1980)

Ikan donor dibunuh dengan cara memotong bagian kepalanya. Kepala yang telah terpotong diletakkan dengan posisi mulut menghadap keatas agar memudahkan dalam pemotongan berikutnya. Pemotongan berikutnya yaitu pada bagian diatas mata sedikit agak kearah bagian belakang karena otak terletak di bagian sekitar area belakang mata. Setelah tulang tengkorak terbuka maka akan nampak otak, sedangkan kelenjar hipofisa terletak di bagian otak dan berwarna putih. Otak diangkat, tempatnya dibersihkan dengan tissue agar bersih dari darah dan lemak

Kelenjar hipofisa tersebut diambil secara hati-hati dengan pinset agar tidak pecah. Kelenjar hipofisa diletakkan di tepi alat penggerus, kemudian kelenjar hipofisa digerus dengan cara memutar-mutar alat penggerus ke lubang dasar alat penggerus dan ditambah aquabidest sebanyak 1,5 ml. Penggerusan dilakukan untuk memperkecil dan memperhalus ukuran kelenjar hipofisa sehingga mudah apabila akan diinjeksikan pada ikan yang siap kawin. Penambahan aquabidest bertujuan untuk mengencerkan kelenjar hipofisa yang telah diperhalus ukurannya (pengenceran).

Disentrifuge selama 3 menit dengan tujuan untuk menghomogenkan larutan lalu didiamkan sebentar agar terbentuk dua lapisan dan terpisah larutan antara endapan dan super natanya . Cairan yang bening diambil dengan spet, cairan seperi inilah yang digunakan untuk menyuntik induk. Penyuntikan dilakukan dibawah sirip punggung bagian depan karena merupakan area yang dekat dengan otak yang merupakan pusat penerima rangsang (hipotalamus). Cara menyuntikkannya, sisik kita angkat sedikit jangan sampai lepas lalu jarum spuit, ditusukkan pada daging diujung bawah sisik. Penyuntikan dilakukan dibawah sisik agar tidak sampai menyebabkan sisik rusak dan terlepas. Induk betina yang sudah disuntik dimasukkan ke kolam perkawinan yang sudah disiapkan lengkap dengan ijuk dan induk jantan dengan perbandingan induk jantan dan betinanya 1:1/ berat tubuh, hal ini dimaksudkan agar kita bisa mengamati dengan baik reaksi dari ikan yang disuntik dengan kelenjar hipofisa dan yang lebih penting kita bisa mengetahui jarak waktu antara penyuntikan dengan saat awal ikan tadi kawin.

Ikan mas memiliki morfologi badan dengan panjang perbandingan antara panjang total dengan tinggi badan 3 : 1 (tergantung varitas). Bila dipotong di bagian tengah badan memilki perbandingan antara tinggi badan dan lebar badan 3 : 2 (tergantung varitas). Warna tubuh ikan mas juga tergantung dari varitas, ada merah, kuning, abu-abu, kehijauan, dan ada juga yang belang (Anonim, 2009)a.

Tubuh ikan mas terbagi tiga bagian, yaitu kepala, badan, dan ekor. Mulut, sepasang mata, hidung, dan tutup insang terletak di kepala. Seluruh bagian tubuh ikan mas ditutupi dengan sisik yang besar, dan berjenis ctenoid. Pada bagian itu terlihat ada garis linea lateralis, memanjang mulai dari belakang tutup insang sampai pangkal ekor (Anonim, 2009)a.

Mulut kecil, membelah bagian depan kepala. Sepasang mata bisa dibilang cukup besar terletak di bagian tengah kepala di kiri, dan kanan. Sepasang lubang hidung terletak di bagian kepala. Sepasang tutup insang terletak di bagian belakang kepala. Selain itu, pada bagian bawah kepala memiliki dua pasang kumis sungut yang pendek (Anonim, 2009)a.

Ikan mas memiliki lima buah sirip, yaitu sirip punggung, sirip dada, sirip perut, sirip dubur, dan sirip ekor. Sirip punggung panjang terletak di bagian punggung. Sirip dada sepasang terletak di belakang tutup insang, dengan satu jari-jari keras, dan yang lainnya berjari-jari lemah. Sirip perut hanya satu terletak pada perut. Sirip dubur hanya terletak di belakang dubur. Sirip ekor juga hanya satu, terletak di belakang, dengan bentuk cagak. (Anonim, 2009)

Klasifikasi ikan mas yaitu :

Kingdom : Animalia

Phylum : Chordata

Class : Osteichtyes

Ordo : Cypriniformes

Family : Cyprinidae

Genus : Cyprinus

Species : Cyprinus carpio

(Anonim, 2009)b.

Metode hipofisasi adalah usaha untuk memproduksi benih dari induk yang tidak mau memijah secara alami tetapi memiliki nilai jual tinggi dengan kelenjar hipofisasi dari ikan donor yang menghasilkan hormon yang merangsang pemijahan seperti gonadotropin (Susanto, 1996). Pemijahan sistem hipofisasi ialah merangsang pemijahan induk ikan dengan menyuntikkan kelenjar hipofisa. (Muhammad, 2003)

Hormon yang berperan adalah gonadotropin yaitu Leuteinizing Hormone (LH) dan Folicle Stimulating Hormone (FSH). Hormon gonadotropin tersebut dihasilkan oleh kelenjar adenohipofisa yang akan merangsang proses pemasakan ovulasi yang pada akhirnya merangsang induk betina untuk memijah. (Pickford, 1957).

Contoh hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisa yaitu FSH dan LH merupakan hormone yang mempunyai daya kerja mengatur fungsi kelenjar kelamin. FSH mempunyai daya kerja merangsang pertumbuhan folikel pada ovarium dan pada testis memberikan rangsangan terhadap spermatogenesis. LH mempunyai daya kerja merangsang ovulasi dan menguningkan folikel ovarium dan pada hewan jantan. Hormon ini merangsang fungsi sel-sel interstisial pada testis serta mempertinggi atau meningkatkan produksi hormon steroid, baik pada hewan betina maupun hewan jantan (Partodihardjo, 1987).

Kelemahan dari tekhnik hipofisasi adalah hilangnya sejumlah ikan donor untuk diambil hipofisanya. Usaha yang telah dilakukan untuk menekan sekecil mungkin kelemahan ini adalah dengan memanfaatkan ikan yang mempunyai nilai ekonomis rendah untuk dipakai sebagai ikan donor. Akan tetapi, lebih ekonomis lagi apabila kita dapat memanfaatkan limbah ternak (hipofisa ternak) sepanjang tidak menyimpang dari prinsip hipofisasi. Hipofisa pada ikan dilakukan karena kelenjar hipofisa ikan mengandung gonadotropin semacam LH (“LH-like gonadotropin”), yang mana hormon ini akan merangsang ovarium untuk mempercepat ovulasi sehingga mempercepat terjadinya pemijahan atau ovulasi pada ikan. Demikian juga, pada ikan jantan akan dapat merangsang spermiasi (Partodihardjo, 1987).

Pemijahan sebagai salah satu bagian dari reproduksi merupakan mata rantai daur hidup yang menentukan kelangsungan hidup suatu spesies. Oleh karena itu sesungguhnya pemijahan menuntut suatu kepastian untuk keamanan kelangsungan hidup keturunanya dengan memilih tempat, waktu dan kondisi yang menguntungkan. Berdasarkan hal ini, pemijahan tiap spesies ikan mempunyai kebiasaan yang berbeda tergantung kepada habitat pemijahan itu untuk melangsungkan prosesnya. Sehubungan dengan pemijahan, dikenal ada tiga jenis ikan yaitu vivipar, ovovivipar dan ovipar. Ikan ovipar dan ovovivipar adalah ikan yang melahirkan anak-anaknya sedangkan ikan ovipar ialah ikan yang mengeluarkan telur pada waktu terjadi pemijahan. Dalam keadaan normal, ikan melangsungkan pemijahan pemijahan minimum satu kali selama daur hidupnya. Setelah memijah, induk akan mati karena kehabisan tenaga (Effendie, 1997).

Metode pemijahan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan cara hipofisasi dan stipping (pemijatan).


Pemijahan dengan stripping dapat dilakukan dengan dua cara yaitu cara kering dan cara basah.

1. Cara kering

Sel telur hasil stripping dari induk betina dicampur dengan sperma jantan, pencampuran dilakukan dengan bulu ayam/bulu bebek, kemudian dibiarkan selama ± 10 menit. Setelah itu dicuci dengan air yang telah disaring dan disterilisasi, setelah itu telur dipindahkan ke bak penetasan.

2.Cara basah

Sel telur dan sperma hasil stripping dicampur dalam air yang telah disterilisasi dan dibiarkan selama ±10 menit, kemudian dicuci dan dipindahkan ke dalam bak penetasan. Pemijahan induk ikan biasanya terjadi mulai pukul 23.00 sampai dengan pukul 03.00 dini hari pada saat bulan terang. Ciri-ciri induk sebelum memijah yakni perut ikan terlihat membesar, nafsu makan ikan menurun sampai tidak ada nafsu makan dan ikan bergerak terus menerus secara bergerombol.

(Soetomo, 1987)

V. KESIMPULAN

Praktikum ini dapat diambil kesimpulan yaitu bahwa metode hipofisasi adalah usaha untuk memproduksi benih dari induk yang tidak mau memijah secara alami tetapi memiliki nilai jual tinggi dengan kelenjar hipofisasi dari ikan donor yang menghasilkan hormon yang merangsang pemijahan seperti gonadotropin. Penyuntikan kelenjar hipofisa akan memberikan respon dan menyebabkan ikan memijah. Pemijahan merupakan salah satu bagian yang sangat penting dari kelangsungan daur hidup setiap spesies ikan.

VI. DAFTAR PUSTAKA

Anonim. 2009. http://solusiikanmas.blogspot.com/2008/03/morfologi-ikan-mas.html, Diakses pada tanggal 25 Desember 2009 pukul 20.30 WIB

Anonim. 2009. http://wikipedia-cyprinus-carpio-htm, Diakses pada tanggal 25 Desember 2009 pukul 20.00 WIB

Hadjamulia, A. 1980. Pembenihan Ikan Dengan Teknik Hipofisasi. BBAI : Sukabumi.

Muhammad, H. Sanusi, dan I. Ambas. 2003. Pengaruh Donor dan Dosis Kelenjar Hipofisa terhadap Ovulasi dan Daya Tetas Telur Ikan Betok (Anabas testudineus Bloch). J. Sains & Teknologi. Vol.3(3): 87-94.

Partodihardjo, S. 1987. Ilmu Reproduksi Hewan. Mutiara Sumber Widya : Jakarta

Pickford , A. 1957. General Zoology Calude. The Mac Millan Publishing Company, New York.

Soetomo, M.H.A. 1987. Teknik Budidaya Ikan Mas. Sinar Baru. Bandung.

1 comment:



  1. Yth : Bapak/ Ibu . Bagian Pembelian



    Memperkenalkan kami CAN ELECTRONIC INDONESIA Distributor produk Electronic Test & Measurement Instrument, Education Equipment , Laboratory (Air, Tanah, Udara, Listrik ) alat ukur listrik lainnya.

    Produk utama kami meliputi Alat Ukur Listrik, Air, Udara, suara Peralatan peraga Laboratorium Sekolah Teknik Elektro, dan Elektronik Tool. Produk kami banyak digunakan untuk bidang industri, edukasi, telekomunikasi, dan elektronik konsumen.

    Merek utama produk yang kami jual antara lain :



    "AZ INSTRUMENT, INTEG, FLUKE, HIOKI,

    KYORITSU, LUTRON, SANWA, ATAGO"



    v AZ INSTRUMENT , produk :

    Airflow Meter, Temp.,

    Datalogger ( Anemometer, Temp, Hgyrometer, CO2 PH, Thermometer, Infrared, Mamometer ),

    Gas Analysis Meter (CO2, CO, Hygrometer / Humidity, Leak Detector) Sound Level, Infrared Thermometer, Manometer, Tachometer, Water Quality Tester ( PH/Conductivity, SALT/D.O/ TDS, ORP)



    v KYORITSU , produk :

    Insulation Tester, High Voltage Insulation Tester, Power Quality Analyzer, Earth Tester,Clamp

    Meter, Leakage Clamp Meter, Digital & Analog Multimeter, Digital Earth Clamp Tester



    v SANWA , produk :

    Digital & Analog Insulation Tester ( Megger ), Digital Clamp Meter, Digital & Analog

    Multimeter, Contact & Non Contact Tachometer



    v FLUKE , produk :

    Digital MegOhm Tester, Digital Clamp Meter ( Tang Ampere ), Digital Multimeter, Loop

    Calibrator, Process Meter, Milliamp Process Clamp Meter, Infrared Thermometer

    v HIOKI , produk :

    DigitaL Clamp on Hitester, Pencil Hitester, Card, M Ω Hitester, Battery HiTester, Power Quality Analyzer


    v INTEG , produk :

    Spectrum Analyzer, Function Generator,Frequency Counter, Audio Generator, Digital

    Oscilloscope, Analog Oscilloscope, RF Generator, DC Power Supply, Thermohygrometer



    v LUTRON , produk :

    Anemometer, Barometer, Bench Testers, CO2 Meter, CO Meter, Colour Analyzers

    Conductivity/TDS, Dissolved Oxygen Meters, Ph Meter, ORP Meter, Turbidity Meter, Water

    Testers, EMF Testers, Humidity/Temp Meter, Gauss/ Magnetic Meter, LCR Meters, Lux Meter,

    Light Meter, Manometer, Milliohm Meter, Moisture (Soil) Meter, Salt Meter, Sound Level Meter,

    Stroboscope, Tachometer, Thermometer, UV Meter, Vibration Meter



    v ATAGO , produk :

    Handheld Refractometer ( Master M, Master-S/Mill Alfa, Master-S/Mill M, Master RI, Master T, MasterBC )

    Poecket Refractometer ( PAL-3, PAL-1, PAL-S, PAL Alfa, PAL-2, PAL-ES2&3, PAL-SOIL, PAL-ACID )
    Clinical ( Urine, UG-Alfa, PAL-10S, PEN-URINE S.G,PAL-USG/DOG-CAT, Master-SUR/N Alfa, Master-SUR/NM, Master-URC/N Alfa/, Master-URC/NM )


    CAN ELECTRONIC INDONESIA

    Jl. Kemanggisan Raya No. 3 C, Batusari Jakarta 11480

    Telp (021) 5366 6262, 5366 2688

    Fax (021) 5366 2688

    HP : 0812-8239968 / 0878-78798632

    Email : canelectronic.ind@gmail.com

    Website : canelectronic.com
    Website : canelectronic.indonetwork.co.id

    ReplyDelete