Breaking News

Laporan Praktikum Kimia Organik

BAB I

PENDAHULUAN

1.1)Latar belakang

karbonil terdiri dari sebuah atom karbon sp yang dihubungkan ke sebuah atom oksigen oleh sebuah atom oksigen oleh sebuah ikatan sigma dan sebuah ikatan –phi.Aldehid adalah suatu senyawa yang mengandung sebuah gugus karbonil yang terikat pada sebuah atau dua buah atom hydrogen.Sedangkan keton adalah suatu senyawa organic yang mempunyai sebuah gugus karbonil terikat pada dua gugus alkyl,Dua gugus aril atau sebuah alkyl dan sebuah aril keton tidak mengandung atom hydrogen yang terikat pada gugus karbonil terdapat perbedaan reaksi antara aldehid dan keton.dapat dibedakan melalui pengujian kimia sederhana .

1.2)Permassalahan

Permasalahan yang dihadapi adalah bagaimana azas-azas reaksi dari senyawa karbonil,perbedaan reaksi antara aldehid dan keton serta jenis-jenis pengujian kimia sederhana.

1.3)Tujuan

Tujuan percobaan ini adalah agar praktikan paham mengenai azas-azas reaksi dari senyawa karbonil,perbedaan reaksi antara aldehid dan keton

BAB II

TINJAUAN PUSTAKA

2.1)Sifat fisik aldehid dan keton

karena aldehid dan keton tidak mengandung hydrogen yang terikat pada oksigen,Maka tak dapat terjadi ikatan hydrogen pada alcohol.Sebaliknya aldehid dan keton adalah polar dan dapat membentuk gaya tarik menarik elektrostatik yang relative kuat antar molekulnya.Karena ini aldehid dan keton mempunyai titik didih intermediet antara senyawa ikatan hydrogen dan senyawa non polar. (Hart,1983)

2.2)sifat kimia aldehid dan keton

a)Reaksi adisi

seperti pada ikatan rangkap karbon maka suatu pereaksi juga dapat masuk ke dalam ikatan rangkap karbonil.pada senyawa karbonil terjadi hidrogenisasi pada reaksi ini suatu aldehid akan direduksi menjadi alcohol 1 dan keton akan direduksi menjadi alkohol 2 (fessenden,1997)

=O+H2------ > -OH

Sikloheksanon sikloheksanol

Gugus karbonil adalah polar,tidak seperti ikatan rangkap karbon. Karbon gugus ini dapat dimasuki suatu nuleofil pda karbon karbonil dan suatu elektrofil pada oksigen karbonil.(Hart,1983)

B)reaksi dengan reagen grignard

Reagen grignard bereaksi dengan formaldehid menghasilkan alcohol 1dan dengan aldehid menghasilkan alcohol 2 dan dengan keton menghasilkan alcohol 3

O

//

H- C—H -------- >CH3—CH2---CH2---CH2--OH

Formaldehid 1- Butanol

O OH

// //

CH3-C-CH3--------- > CH3-C-

/

CH3

Aseton 2-sikloheksil,2-propanol (Fessenden,1997)

C)Reaksi eliminasi

Bila salah Satu pereaksi aldehid dan keton adalah ammonia maka disebut imin,jika salah satu pereaksinya adalah amin,hasilnya dinamakan basa Schif( Fessenden,1997).

-C-H +H2NCH3 < === > -CH-NCH3 <==> -CH­­­= NCH3

// /

O OH

Hasil reaksi R2C=O dengan reagen 2,4 dinitrofenil hydrazine akan membentuk 2,4 dinitrofenil hidrazon

H2NNH- -NO2+R2C=O < === >R2C=NNH- -NO2+H2O

/ /

NO2 NO2

2,4 dinitrofenil hidrazil 2,4 dinitrofenil hidrazon

(Fessenden,1997)

D)Uji tollens

Pereaksi tollens adalah suatu larutan basa dari ion kompleks perak ammonia .Pereaksi tollens dapat dianggap sebagai larutan perak oksida dan bersifat oksidator lemah .bila ada aldehid hasilnya adalah karboksilat dan logam perak.logam perak dapat membentuk endapan hitam atau kaca perak pada dinding tabung reaksi

R-C-H+ 2Ag(NH3)2+3OH------- > R-C-O+2Ag+4NH3+2H2O

// //

O O (Fessnden,1997)

E)Uji benedict

Tergantung dari oksidasi aldehida dan keton ion cooper(II).pada reaksi ini warna biru tua dari ion cu 2+ akan diubah menjadi endapan merah bata .

R-C-H+ 2Cu+5OH------- > RCO+Cu2O+3H2O

// //

O O

Biru Merah

Aldehid juga akan dioksidasi oleh oksigen udara pada temperature kamar , sebab itu bila kita membuka suatu aldehid ,wadahnya akan selalu terkontaminasi dengan asam karboksilat.

2RCH+O2-------- >2RCOH

// //

O O

(Hart,1983).

F)Uji iodoform

Halogenisasi alfa yang sering disebut juga uji iodoform .Untuk metal keton gugus metil dari suatu metil keton diiodonisasi bertahap sampai terbentuk CHI3 (iodoform) padat warna kuning.

-CCH3+3 I2-------- > -CO+CHI3

// //

O O

Iod merupakan zat pengoksidasi lembut,dansenyawa apa saja yang dapat dioksidasi menjadi suatu senyawa karbonil metil juga akan menunjukan uji positif.

CH3-CH-CH3-------- > CH3-C-CH3--------> CH3-CO+CHI3

/ // //

OH O O

(Fessenden,1997)

G)Aminasi reduktif

Jika diinginkan amin sebagai produk reduksi,maka senyawa karbonil itu diolah dengan ammonia atau suatu amina primer untuk membentuk imin dengan kehadiran hydrogen dan suatu katalis.

-C-H---------[ -CH=NH]-------- > -CH2NH2

(Hart,1983)

H)Uji asam kromat

Digunakan untuk membedakan aldehid dan keton .aldehid merupakan senyawa yang lebih mudah dioksidasi menjadi asam karboksilat oleh asam kromat.Uji positif dari sini adalah munculnya warna hijau atau hilangnya warna oranye dari reagen aseton merupakan senyawa yang tidak memberikan reaksi positif dengan reagen ini

2RCHO+H2CrO+3H2SO4----- > 3R COOH+Cr(SO4)3+4H2O

(Hart,1983)

BAB III

METODOLOGI

3.1)Alat

Peralatan yang digunakan pada percobaan ini adalah thermometer,Bunsen tabung reaksi,plat pemanas,tutup tabung reaksi.

3.2)Bahan

Bahan yang digunakan antara lain aseton ,benzaldehid,sikjloheksanon,dimetil eter,tollens,benedict,formaldehid,oksim,NaOH 5%,asetaldehid,KI.

3.3)Cara kerja

A)Uji tollens

Tabung reaksi dimasukkan perak nitrat 5% sebanyak 2 ml.Ditambah 2 ml larutan ammonium hidroksida 2% setetes demi setetes, Kemudian dibagi dalam 4 tabung yang kemudian ditambahkan masing masing benzaldehid,aseton,sikloheksanon, formalin sebanyak 2 tetes.

B)Uji fehling dan benedict

Natrium sulfat dannatrium carbonat dilarutkan dalam aquades setelah itu diaduk dan disaring kemudian ditambah CuSO4.5H2O yang dilarutkan dengan 100ml air dan diencerkan hingga 1 L.CuSO4 diencerkan dengan air suling dan natrium tartarat dilarutkan dalam NaOH 10% setelah pereaksi sama banyak dicampur menjadi fehling

Formaldehid,n-heptaldehid,aseton,sikloheksanon dimasukan ke dalam tabung reaksi yamg berbeda kemudian ditambah pereaksi fehling atau benedict setelah itu dimasukan ke air mendidih.

C)Adisi bisulfit

Larutan NaHSO3 dimasukan Erlenmeyer sebanyak 5 ml,didinginkan dalam es ditambah 2,5 ml aseton setetes demi setetes diaduk dan didiamkan 5 menit,ditambah 10 ml etanol, disaring dengan corong dan ditambah HCl.

D)pembuatan oksim

Hidrosilamin ,HCl dan natrium asetat dilarutkan dalam air dalam Erlenmeyer .dipanaskan hingga 35 C ditambah sikloheksanon,labu ditutup dan digoncang goncang ,didinginkan di lemari es,disaring degan corong,dicuci dengan 2 ml air kemudian dikeringkan.

E)Reaksi haloform

Aseton diambil 5 tetes dan dilarutkan dalam 3,5 ml NaOH 5% ditambahkan 10 ml KI digoyang hingga warna coklat tidak hilang

F)Pengujian fenilhidrazin

Dimasukan dalam tabung reaksi sebanyak 5 ml, ditambah 10 tetes benzaldehid dan sikloheksanon,tabung ditutup dan digoncang setelah itu disaring dengan corong dicuci dengan air dingin ,rekristalisasi dengan sedikit methanol dan etanol dan keringkan .

G)Kondensasi aldol

a) Asetaldehid dilarutkan dalam 4 ml larutan NaOH 1% digoncang,dicatat baunya didinginkan,didihkan 3 menit.

b)Etanol ,aseton 1 ml, benzaldehid,dan NaOH 5% direfluks selama 5 menit ,didinginkan dikumpulkan sisa kristal dengan corong ,produk dikristal dengan etanol.

No comments