Breaking News

Sistem Pencernaan

SISTEM PENCERNAAN


Sumber: Encarta Reference Library, 2004

1. Mengapa hewan memerlukan sistem pencernaan?

Masih ingatkah kamu salah satu ciri hewan? Ya, salah satunya adalah heterotrof artinya organisme yang tidak mampu mebuat makanan sendiri. Karena tidak mampu membuat makanan sendiri, hewan harus memasukkan bahan organic ke dalam tubuh sebagai sumber energi. Masuknya bahan organic ke tubuh hewan pada umumnya dengan cara ingesti (ditelan). Misalnya daun yang dimakan oleh kambing dan nasi berlauk telur yang kita makan. Daun, nasi, telur dan daging mengandung bahan organic, antara lain karbohidrat, lemak dan protein.

Nasi, telur dan daun yang kita contohkan tadi, merupakan bahan organic yang belum siap diserap oleh sel tubuh karena molekulnya masih terlalu besar. Oleh karenanya hewan memerlukan system pencernaan agar bahan organic tersebut dapat dipecah menjadi molekul yang paling sederhana.

Mengapa makanan harus dicerna dalam bentuk sederhana? Makanan digunakan oleh hewan sebagai sumber energi dan sebagai bahan baku untuk membangun substansi yang diinginkan tubuh. Sebagai bahan baku pembentuk energi, makanan harus diubah menjadi molekul paling sederhana supaya dapat diserap sel dan digunakan dalam metabolisme. Metabolisme tubuh yang berkaitan dengan pembentukan energi adalah respirasi sel. Dalam respirasi sel, digunakan bahan baku oksigen (yang diperoleh melalui system repirasi) dan glukosa (yang berasal dari system pencernaan).

Berdasarkan keterangan di atas, coba simpulkan apa yang dimaksud dengan Pencernaan?

Pencernaan adalah memecah molekul –molekul organic kompleks dalam makanan menjadi molekul yang labih sederhana sehingga dapat diserap dan digunakan oleh tubuh.

COBALAH MENGAMATI


Cobalah kamu amati bahan makanan yang terdapat di dalam burger, dan buatlah tabel untuk menunjukkan bahan organik apa saja yang terdapat di dalam burger. Setelah kita makan dan dicerna bahan organik tersebut akan diubah menjadi molekul yang paling sederhana, isikan pula dalam tabel.

Sumber: Encarta Reference Library, 2004

Bagian burger

Jenis bahan utama dalam makanan

Bahan organik komleks yang dikandung

Hasil pencernaan bahan organik (bentuk molekul paling sederhana)

Roti

Tepung terigu

………………..

glukosa

Daging steak

………………

protein

Asam amino

Lemak steak dan minyak goreng

………………

………………….

Asam lemak dan gliserol

Sayuran

Serat sayuran

selulosa

Tidak tercerna , ikut terbuang bersama feses

Keterangan: selulosa tidak bisa dicerna oleh pencernaan manusia karena dalam saluran pencernaan manusia tidak terdapat bakteri selulotik yang membantu pencernaan selulosa. Bagaimana dengan hewan herbivora?

2. Sistem Pencernaan Intraseluler

Invertebrata pada umumnya memilki system pencernaan yang sangat sederhana, bahkan tidak memiliki organ-organ yang terspesialisasi sebagai organ pencernaan. Paling sederhana misalnya pada organisme bersel satu, Amuba yang melakukan pencernaan intraselular , yaitu oleh organel yang disebut Vakuola makanan.

Gambar 1 . Amuba, bukan hewan tetapi termasuk Protista yang mirip hewan. Amuba juga heterotrof , dengan system pencernaan intraselular , artinya bahan organic dicerna langsung di dalam sel. Gambar tersebut menunujukkan saat Amuba menelan Paramaecium. (Sumber: Encarta Reference Library, 2004)

Sistem Pencernaan Sponge juga masih bersifat intraselular. Sponge mendapatkan partikel organic yang melintasi tubuhnya bersama air. Pertama, air dan partikel masuk melalui pori, kemudian ke kanal, spongocoel dan akhirnya keluar tubuh melalaui osculum. Saat melintasi spongocoel, sel-sel kolar yang berderet di permukaan dionding tubuh bagian dalam (endoderm) akan menelan partikel organik yang melintas

Di dalam kolar sel Sponge terdapat vakuola makanan yang mengandung enzim pencerna makanan yangmasuk dalam sel tersebut. Makanan yang telah tercerna kemudian disebarkan ke seluruh tubuh Sponge.

Gambar 2. Sistem Pencernaan pada Sponge masih sangat sederhana yaitu pada level intraseluler yang dilakukan oleh sel-sel kolar (Alters, 1996)

3. Sistem Pencernaan Ekstaselular

Organisme yang strukturnya sederhana dapat melakukan pencernaan secara intraselular, tetapi pada organisme yang strukturnya lebih kompleks, terutama Vertebrata, umumnya dilengkapi dengan organ pencernaan, yang mencerna makanan secara ekstraselular.

Pada pencernaan ekstraselular bahan makanan dicerna di luar sel. Karena pencernaan makanan dilakukan di luar sel maka harus ada tempat penampung dan saluran bahan makanan yang dicerna dan harus ada materi di luar sel yang digunakan untuk mencerna.

Pada manusia, tempat penampung dan saluran makanan terdiri dari:

· lambung yang berbentuk seperti kantung

· usus yang berbentuk seperti pipa.

www.daviddarling.info/images/stomach.jpg

Gambar 3. Struktur lambung dan usus.Di permukaan dalam saluran pencernaan biasanya mengandung sel-sel yang mampu melepaskan enzim atau zat kimia lain (misalnya kalau di lambung selain enzim juga melepaskan HCl dan hormon) (Alter, 1996)

Sedangkan materi di luar sel yang berfungsi mencerna adalah :

· gigi dan otot lambung untuk mencerna secara fisik/mekanis

· asam lambung (HCl) , empedu dan enzim yang membantu mencerna secara kimia

Pencernaan secara kimia dilakukan oleh:

- HCL, yang dapat memutus ikatan molekul protein

- empedu, yang berfungsi sebagai pengemulsi minyak atau memisahkan tetes-tetes lemak yang berukuran besar menjadi tetes lemak yang lebih kecil

- Berbagai enzim yang bertugas memisahkan ikatan kemikalia tertentu. Secara umum enzim-enzim tersebut antara lain:

· Protease: yang bertugas memcah protein menjadi polipeptida yang lebih kecil dan dari polipeptida menjadi asam amino

· Amilase: bertugas memecah zat tepung (polisakarida) menjadi gula sederhana (monosakarida: a.l . glukosa, fruktosa)

· Lipase: memecah lemak menjadi asam lemak dan gliserol

Gambar 4. Fungsi Enzim

Enzim berfungsi mempercepat reaksi kimia. Proses pemecahan materi (substrat) berawal dari terbentuknya ikatan enzim dengan Substrat (E + S). Hanya substrat dan enzim tertentu saja yang bias berikatan (seperti gembok dengan kuncinya) Setelah berikatan akan terjadi reaksi kimia terjadi menghasilkan 2 molekul yang lebih sederhana. Yang berubah strukturnya hanya substrat sedangkan enzimnya tetep.

Contohnya:

Enzim amylase (E) berikatan dengan amilum sebagai substrat (S) menghasilkan 2 molekul disakarida.

DISKUSI:

  1. Beri contoh reaksi enzimatis lainnya, E= …….., S=…….. hasil reaksi: …………
  2. Mengapa enzim lipase tidak dapat memecah karbohidrat?

Berdasarkan keterangan di atas maka sistem pencernaan Vertebrata, misalnya manusia terbagi menjadi : saluran pencernaan dan kelenjar pencernaan

· Saluran pencernaan : umumnya berbentuk pipa panjang dan berotot, terdiri dari : Mulut, Kerongkongan; Oesofagus; Lambung (ventrikulus); Usus halus (Intestinum);Usus besar dan Anus

· Kelenjar pencernaan: meliputi pankreas dan hati, yang berfungsi dalam mencurahkan zat kimia ke saluran pencernaan

Gambar 5. Sistem Pencernaan manusia terdiri dari saluran pencernaan dan Kelenjar pencernaan (Sumber: Encarta Reference Library, 2004)

Produk pencernaan yang berupa molekul sederhana akan diangkut melalui peredaran darah ke seluruh sel-sel tubuh, kemudian oleh sel tersebut akan digunakan untuk pertumbuhan, perbaikan sel dan energi.

a. Proses pencernaan di sepanjang saluran pencernaan

Berdasarkan gambar 5 cobalah diskusikan dengan temanmu urutan lokasi terjadinya pencernaan.

4.1. Rongga Mulut

Cobalah amati apa yang ada di rongga mulut? Ya, kita melihat ada gigi dan air ludah dan lidah. Selanjutnya, bayangkan jika kita makan, apa fungsi gigi dan air ludah ? masukkan dalam tabel berikut:

Pencernaan dalam mulut

Fungsi

Termasuk pencernaan (mekanis/kemis)

Gigi

Air ludah

Cocokkan jawabanmu dengan keterangan berikut:

Pada saat makanan masuk ke mulut, gigi melakukan pencernaan mekanik, dengan cara memotong makanan menjadi potongan-potongan yang lebih kecil. Potongan kecil-kecil ini akan mempercepat pencernaan kemis oleh enzim.

Mulut mengandung kelenjar yang mengeluarkan cairan berupa saliva atau air ludah. Air ludah tidak hanya mengandung air, tapi juga mengandung mukus (lendir) dan enzim amilase saliva (ptyalin)dan sejumlah kecil antibakteri.

Pada saat kita makan, materi dalam air ludah melakukan fungsinya, yaitu:

· enzim amilase saliva memecah zat tepung menjadi molekul disakarida maltosa.

· Air ludah dapat melumasi makanan agar mudah ditelan.

Gambar 6. Struktur Rongga Mulut

(Sumber: Encarta Reference Library, 2004)


TAHUKAH KAMU?

Mengapa saat kita membayangkan makanan yang enak dan percobaan mengunyah kapas , mulut kita menghasilkan air ludah lebih banyak?

Sekresi amilase saliva dikontrol oleh system sarraf, yang dirangsang oleh masuknya makanan, bau serta imajinasi terhadap makanan. Pada saat kita memasukkan makanan dalam mulut, membayangkan dan membau makanan, menyebabkan kemoreseptor (yaitu ujung-ujung saraf yang sangat sensitive terhadap rangsang kimia) akan mengirimkan informasi ke otak, kemudian direspon dengan memicu kelenjar saliva untuk mensekresikan saliva.


4.2. Faring dan Esofagus

Ketika makanan yang telah dikunyah dan dibasahi, maka lidah akan membentuk bola-bola massa kunyahan yang disebut bolus dan akan terdorong ke dalam faring. Esophagus adalah saluran pendek penghubung faring dengan lambung.


TAHUKAH KAMU?

“Bagaimana tubuh mengatur agar makanan tidak masuk ke saluran pernapasan ?”

Kita tahu bahwa selain menghubungkan mulut ke esophagus, faring juga menghubungkan mulut dengan saluran pernapasan (trachea). Terdapat mekanisme supaya tidak salah jalan.

Ketika makanan masuk ke dalam faring, tekanan makanan dalam faring akan merangsang saraf di dinding faring untuk melakukan reflex menelan. Pada saat refleks ini berlangsung, kotak suara atau laring naik sehingga mencapai epiglottis. Kondisi ini menyebabkan glottis (pintu yang menghubungkan laring dan trachea) menjadi tertutup. Dengan demikian makanan tidak menuju saluran pernapasan tetapi terarah ke arah esofagus.

Gambar 7. Proses penelanan makanan (Alter, 2006)

Diskusikan dengan temanmu, mengapa kita bisa tersedak saat makan sambil tertawa?


4.3. Lambung

Sumber: Alter, 1996

Sebagaimana terlihat dalam gambar di atas, lambung berbentuk kantung, dengan struktur kuat dan dindingnya berotot. Lambung dapat sangat melebar saat menampung makanan.

Pada saat makanan masuk ke lambung, bahkan saat membau makanan yang enak, akan merangsang sel penghasil hormone yang terletak di dinding lambung untuk melepaskan hormon gastrin. Hormon gastrin akan merangsang sel penghasil HCl (asam lambung). Adanya asam lambung akan memberikan lingkungan asam (pH rendah) dalam lambung. Lingkungan asam ini akan mengaktifkan pepsinogen menjadi pepsin. Pepsin berfungsi memecah protein, menjadi peptida-peptida pendek. Proses pencernaan kemis ini dipercepat dengan pengadukan oleh otot-otot lambung yang berkontraksi. Selain mencerna, HCl juga berfungsi untuk membunuh bakteri.

Hasil pencernaan dalam lambung berbentuk seperti bubur yang disebut chyme, yang akan masuk ke usus halus (intestinum) .

LATIHAN

Setelah mempelajari pencernaan di lambung, diskusikan dengan temanmu bagaimana urutan terjadinya pencernaan makanan di lambung.

Oval: Marangsang pelepasan hormone……..   Hormon ……merangsang sel          parietal mengeluarkan …….   pH turun (lingkungan menjadi….)    Aktivasi pepsin untuk memecah …. LAMBUNG


Makanan masuk

Ke lambung

Masuk ke saluran pencernaan berikutnya yaitu ………… ……..…………………


COBALAH MENGAMATI

Pernahkah kamu mengalami muntah? Perkirakan dari bagian saluran pencernaan manakah muntahan itu berasal? Jelakan mengapa jawabanmu demikian?

Kata kunci untuk menjawab: seperti bubur (chyme) dan asam


4.4. Intestinum (Usus Halus )

Setelah makanan masuk ke usus halus, makanan yang sebagian tercerna akan disempurnakan pencernaannya. Untuk mengingat kembali makanan yang sudah dicerna dan mengetahui makanan yang belum dicerna cobalah isi tabel berikut, dengan mengacu pada materi Rongga mulut dan lambung

LATIHAN

Lokasi

Bahan makanan yang dicerna

Karbohidrat

Protein

Lemak

Rongga mulut

Sudah dicerna oleh enzim ……….

Mengubah Karbohidrat (zat tepung) menjadi ……………

Belum terjadi

Belum terjadi

Lambung

Tidak terjadi pencernaan Karbohidrat

Sudah dicerna oleh

Enzim …………. memecah protein menjadi …………

Belum terjadi

Berdasarkan tabel di atas, maka bahan makanan (bahan organik) yang :

· Belum tercerna sempurna adalah : …………………

· Belum dicerna sama sekali adalah :…………………..

Bahan makanan tersebut selanjutnya menuju ke ……………….untuk dicerna lebih lanjut menjadi molekul yang paling sederhana sehingga bisa diserap oleh sel-sel tubuh.

Masih ingatkah kamu apa arti pencernaan?


Usus halus merupakan tempat terjadinya penyerapan atau absorpsi makanan. Oleh karena itu makanan yang masuk ke usus halus harus dalam bentuk molekul yang paling sederhana. Permukaan saluran dalam usus membentuk tonjolan-tonjolan disebut jonjot-jonjot (vili) usus., yang berfungsi meningkatkan daya serap.

Sebagian karbohidrat (zat tepung atau amilum) yang belum di cerna oleh amilase saliva akan dicerna oleh amilase pankreas. Sedangkan zat tepung yang sudah dicerna menjadi disakarida akan disempurnakan pencernaannya oleh enzim disakaridase yang terdapat di usus halus. Disakaridase akan memecah disakarida menjadi monosakarida, misal glukosa. Dan bemtuk glukosa inilah yang siap diserap.

Pencernaan protein juga disempurnakan di usus halus. Peptida akan dipecah lebih lanjut menjadi asam amino. Bentuk asam amino inilah yang sisp diserap.

Sebelum mencapai usus halus lemak belum mengalami pencernaan. Ketika masuk usus halus lemak akan diemulsikan oleh empedu. Setelah lemak diemulsi , lemak akan dicerna oleh lipase.

Hormon yang mengontrol proses pencernaan pada Usus halus

· Pada saat Chyme masuk ke sus halus , suasana asam akan mentimulis mukosa intestinal untuk memproduksi Hormon sekretin . Hormon akan menstimulir pankreas untuk melepaskan sodium bikarbonat (sifatnya basa). Sehingga pH chyme ternetralkan dan jaringan mukosa usus halus tidak teriritasi. Dan pH ini sesuai dengan aktivitas enzim di usus halus. Sekretin juga menstimulir laju sekresi bilus dari hati.

· Adanya asam lemak dan sebagian produk cerna protein dalam chyme di lumen usus halus menstimulir epitel mukosa untuk memproduksi hormon CCK (Cholecystokinin) Fungsinya adalah menstimulir kontraksi kantung empedu untuk melepaskan garam bilus dan mestimulir pankreas mensekresikan enzim pencernaan ke lumen usus halus


COBALAH MENGAMATI

Hal yang mirip dengan emulsi lemak dalam usus halus adalah ketika kamu mencuci piring yang berlemak dengan sabun cuci. Lemak menjadi mudah larut dalam air kan? Coba bandingkan jika hanya menggunakan air saja tanpa sabun cuci . Diskusikan

dengan temanmu, mengapa lemak dalam tubuh sebelum dicerna oleh lipase juga harus diemulsikan dulu?

Text Box: EKSPERIMEN  MEMPELAJARI FUNGSI JONJOT (VILI) USUS UNTUK MENINGKATKAN luas permukaan usus  1. Siapkan dua buah kawat. Satu kawat tetap dalam kondisi lurus dan potong sepanjang mistar 20 cm. Satu kawat lagi dilekuk ke atas, dengan  masing-masing tinggi lekukan 3 cm. Kemudian kawat berlekuk ini diukur diatas mistar sepanjang 20 cm juga. 2. Rentangkan dan bandingkan kedua jenis kawat tersebut. Mana yang lebih panjang, apa kesimplanmu? Diskusikan dengan temanmu.   MEMPELAJARI FUNGSI JONJOT (VILI) USUS UNTUK MENINGKATKAN DAYA SERAP  1. Siapkan 1 sapu tangan kain halus dan 1 sapu  tangan berbahan handuk. Ukuran kedua sapu tangan harus sama.  2. Masukkan sapu tangan kain dan handuk , masing-masing dalam bejana yang berbeda. Diamkan 5 menit. Tiriskan 2 menit. 3. Peras air yang terserap dan langsung masukkan dalam gelas ukur 500 ml. Ukurlah air yang tertampung dalam gelas ukur. Mana yang lebih banyak dan diskusikan.  MEMPELAJARI  fungsi empedu sebagai  pengemulsi lemak (pelarut lemak)  Tes pengaruh empedu terhadap lemak 1. Dua buah tabung reaksi disiapkan dan ditandai A dan B. 2.  Isi kantung empedu dituang ke dalam gelas ukur lalu ditambah akuades sehingga volumenya menjadi 2 mll, selanjutnya dimasukkan ke dalam tabung A  3. Tabung B diisi aquades saja sebanyak 2 ml, berfungsi sebagai pembanding (kontrol.)  4. Tambahkan 2 ml minyak goreng ke dalam kedua tabung, lalu dikocok kuat-kuat, dibiarkan selama 5-10 menit lalu diamati. 5. Apa yang terjadi? Diskusikan dan catat dalam laporanmu


Pada saat chyme melintasi lumen duodenum , hati, kantung empedu , pancreas

Hasil akhir pencernaan yang telah menjadi molekul sederhana, akan diserap epitel usus halus dan diedarkan ke seluruh tubuh melalui pembuluh darah kapiler.

.

4.5. . Usus Besar

Makanan yang tak tercerna dan sejumlah air yang tidak terabsorbsi oleh intestinum. Selanjutnya menuju usus besar. Fungsi usus besar:

· menyerap air termasuk garam terlarut.

· Bakteri di usus besar akan memecah materi yang tercerna dan membentuk Vitamin, terutama Vitamin K.

Usus besar akan mendorong sisa makanan menuju rectum yang merupoakan tempat penyimpanan feses. Feses terdiri dari materi yang tak tercerna , air , asam lambung, bakteri dan mukus. Jika sfingter diantara rectum dan anus mengalami relaksasi maka feses keluar dari tubuh.

5. Kelenjar Pencernaan

Kerja system pencernaan didukung oleh kelenjar pencernaan yang mensekresikan enzim dan cairan. Kelenjar tersebut ada yang terdapat di sepanjang saluran pencernaan misalnya: kelenjar ludah dalam rongga mulut; sedangkan yang berada di luar saluran pencernaan adalah hati (hepar sekresi bilus untuk pengemulsi dalam pencernaan lemak dan pancreas (mensekresi enzim pencernaan ke usus halus) Hati juga berfungsi untuk menetralisisr toksin yang termakan oleh tubuh, sehingga makanan yang sampai ke sel tubuh sudah dalam kondisi bebas toksin dan petogen.

Gambar 8. Hati dan pancreas merupaka kelenjar pencernaan. (Sumber: Alter 2006) dan http://www.cancerhelp.org.uk/cancer_images/general2.gif)

7. Nutrisi

Nutrisi adalah substansi kimia dalam makanan, yaitu : Karbohidrat, lemak, Protein, air dan mineral.

A B

C

D

Gambar: Struktur substansi kimia : (A) Glukosa ; C. (Lemak) dan B (Protein)) dan D adalah gambaran struktur membran sel,terlihat bahwa komponen penyusunnya adalah substansi kimia, yaitu: fosofolipid , Protein dan Karbohidrat ( oligosakarida) (Sumber : Alter, 1996)

Tubuh memerlukan nutrsi untuk tumbuh, reproduksi dan mempertahankan kualitas kesehatan. Jika kita memakan makanan yang “tepat “(kualitas maupun kuantitas) maka akan tercegah dari penyakit. Sedangkan tanpa makanan tubuh tidak dapat mempertahankan kehangatan, tidak dapat memperbaiki dan membangun jaringan atau bergerak.

8. Gangguan Fungsi Sistem Pencernaan

8.1. Usus Buntu

Penyakit usus buntu merupakan penyakit akibat pembengkakan usus buntu (appendik) , ditandai dengan rasa nyeri. Appendik atau usus buntu merupakan struktur seperti pipa seukuran jari yang menempel pada usus besar. Cara menghilanghkan usus buntu yang membengkak ini dilakukan melalui operasi usus buntu (appendiktomi). Penyakit usus buntu umumnya terjadi pada anak-anak dan remaja.

8.2. Diare dan Sembelit.

Diare artinya pengeluaran tinja atau feses bersifat lembek dan cair yang terjadi secara terus menerus. Penyakit ini terjadi akibat adanya gangguan penyerpan air di usus besar akibat iritasi atau pembengkakan pada saluran tersebut. Dalam kondisi demikian sisa-sisa makanan yang melewati usus besar bergerak terlalu cepat sehingga banyak air yang air tidak terserap , sehingga tinja / fesesnya cair.

Kebalikannya adalah sembelit, yang terjadi akibat usus besar terlalu banyak menyerap air. Hal ini dikarenakan sisa makanan beregerak terlalu lambat sehingga terlalu lama berada di saluran usus besar. Akibatnya t fesesnya menjadi keras dan kering, sehingga sulit dikeluarkan.

Gambar 9. Operasi Usus Buntu (Appendectomy) Perut dibeedah, bagian ujung usus besar yang dilekati usus buntu dikeluarkan dan usus buntu dipotong.(Sumber: Alter 1996)

.

Text Box: EKSPERIMEN SIMULASI  URUTAN PROSES PENCERNAAN ENZIMATIS  1. Siapkan kertas karton dan papan gabus, gunting serta jarum pentul.  2. Buat kotak-kotak dalam karton,  yang mengilustrasikan bagian-bagian penyusun bahan makanan. Buatlah kotak-kotak protein, karbohidrat dan lemak   dengan warna atau arsiran  yang berbeda. Contohnya  sebagai berikut:   PROTEIN Peptida Peptida Asam Amino Asam Amino Asam Amino Asam Amino KARBOHIDRAT Disakarida Disakarida Monosakarida Monosakarida Monosakarida Monosakarida LEMAK Asam Lemak  Gliserol  3. Buatlah gambar Rongga mulut, lambung dan Usus dalam ukuran kertas masing-masing berukuran  30 X 30 cm, dan tempelkan 3 gambar tersebut di papan gabus. 4. Lakukan simulasi di depan kelas. Buatlah 3 kelompok kerja. Masing-masing wakil kelompok maju ke depan.  5. Pertama, simulasi pencernaan di rongga mulut. Bayangkan bahwa kertas yang dibuat di no 2 adalah makanan. Pada saat di rongga mulut, bagian baris  mana yang harus digunting. Bagian yang digunting menggambarkan bagian yang sudah dicerna.Kemudian tempelkan guntingan tersebut . Supaya menarik, tiap kelompok berlomba mana yang paling benar setelah hitungan ke 10 menit. Diskusikan dan masukkan hasilnya dalam tabel. 6. Kedua, dengan melanjutkan hasil guntingan dari rongga mulut ,lakukan hal serupa seperti no 5, tapi pada gambar lambung. 7. Ketiga, melanjutkan hasil guntingan dari lambung, lakukan hal serupa seperti no 5, tapi pada gambar usus halus. 8. Amatilah, bahwa guntingan kertas di yang ditempelkan di gambar usus halus lebih kecil-keci l dan lebih banyak daripada di gambar rongga mulut. 9.  Berdasarkan simulasi tersebut ,Coba jelaskan, apa arti pencernaan.    Masukkan hasilnya dalam tabel seperti berikut: Saluran pencernaan Proses pencernaan (sudah/belum)  Karbohidrat Protein Lemak Rongga mulut    Lambung    Usus Halus


DAFTAR PUSTAKA:

1. Alters Sandra, 1996, Biology Understanding Life, Mosby Year Book.Inc., Von Hoffman Press, Inc, USA.

2. Microsoft , Encarta Reference Library, 2004, 1993-2003 MicrosoftCorporation All rights

3. www.daviddarling.info/images/stomach.jpg

4. http://www.cancerhelp.org.uk/cancer_images/general2.gif

No comments